METROPEKALONGAN.COM, Bekasi – Penampilan perempuan itu sekilas tidak menimbulkan kecurigaan. Berpakaian rapi, mengenakan hijab, kacamata dan masker, ia datang ke kawasan Car Free Day (CFD) Harapan Indah, Kota Bekasi, seperti pengunjung pada umumnya.
Namun, di balik penampilannya yang parlente dan kedatangannya menggunakan mobil, tersimpan dugaan modus pembayaran yang membuat sejumlah pedagang UMKM merugi hingga jutaan rupiah.
Perempuan tersebut diamankan warga dan petugas pada Minggu (20/9/2026), setelah diduga menggunakan bukti pembayaran QRIS palsu saat berbelanja di sejumlah lapak.
Seorang pedagang yang menjadi korban mengungkapkan, perempuan tersebut diduga sudah beberapa kali datang ke CFD Harapan Indah. Polanya disebut hampir sama, yakni berbelanja dalam jumlah cukup banyak kemudian membayar menggunakan QRIS.
“Dia belanja cukup banyak. Setelah QRIS dipindai, dia menunjukkan bukti pembayaran dari ponselnya. Kami kira uangnya sudah masuk,” ujar seorang pedagang, seperti disampaikan dalam keterangan yang beredar.
Kecurigaan baru muncul ketika pedagang mengecek saldo rekening. Bukannya bertambah, pembayaran yang ditunjukkan perempuan tersebut ternyata tidak tercatat.
Baca Juga: Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Pekalongan Dukung BSAN
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Kejar Perlindungan 110 Ribu Pekerja Pekalongan
“Setelah dicek, ternyata uangnya tidak masuk. Dari situ kami mulai curiga,” kata pedagang tersebut.
Menurut keterangan sejumlah pedagang, kejadian serupa diduga tidak hanya berlangsung sekali. Perempuan itu disebut rutin datang pada hari Minggu ketika CFD digelar dan berbelanja di beberapa lapak UMKM.
“Katanya sudah beberapa kali kejadian seperti ini. Kalau dikumpulkan, kerugiannya sudah sampai jutaan rupiah,” ungkap seorang saksi.
Modus yang diduga digunakan cukup sederhana. Pelaku disebut berpura-pura melakukan pemindaian QRIS, kemudian memperlihatkan tangkapan layar yang seolah-olah menunjukkan transaksi telah berhasil.
Padahal, pedagang kemudian menemukan bahwa tidak ada dana yang masuk ke rekening mereka.
Peristiwa tersebut akhirnya membuat warga dan pedagang mengambil tindakan. Perempuan itu diamankan untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penggunaan bukti pembayaran QRIS palsu.
Baca Juga: Warga Bantarbolang Krisis Air, Bidpropam Polda Jateng kirim 25.000 Liter
Baca Juga: Dari Greenhouse hingga Selai, Petani Kota Pekalongan Berinovasi Budidaya Melon Premium
Saat berada di dalam mobil patroli, penampilan perempuan tersebut kembali menjadi perhatian. Ia terlihat mengenakan hijab hitam, masker, topi dan kacamata.
Informasi lain yang beredar di media sosial menyebut perempuan tersebut memiliki profesi sebagai dokter. Namun, identitas dan profesi tersebut belum dapat dipastikan secara resmi sehingga masih diperlukan konfirmasi dari pihak berwenang.
Kasus ini sekaligus menjadi pelajaran bagi pelaku UMKM yang menerima pembayaran digital. Bukti transaksi yang muncul di layar ponsel pembeli sebaiknya tidak langsung dijadikan patokan sebelum pedagang memastikan dana benar-benar masuk ke rekening atau saldo mereka.
Hingga kini, perempuan tersebut masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan transaksi menggunakan QRIS palsu serta kemungkinan adanya korban lain.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com