Mayors Talk, Mas Aaf: Kota Tangguh Tak Boleh Menyerah

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 17:07 WIB
PAPARAN : Walikota Pekalongan Aaf saat sampaikan paparan dalam forum strategis Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 di Balai Kota Bogor, Senin (28/9/2026).(ist)
PAPARAN : Walikota Pekalongan Aaf saat sampaikan paparan dalam forum strategis Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 di Balai Kota Bogor, Senin (28/9/2026).(ist)

METROPEKALONGAN.COM, Bogor – Keterbatasan Anggaran Transfer ke Daerah (TKD), persoalan sampah hingga infrastruktur yang belum sepenuhnya tertangani dinilai bukan alasan bagi pemerintah daerah untuk berhenti berinovasi.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid atau Mas Aaf saat menghadiri forum strategis Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 di Balai Kota Bogor, Senin (28/9/2026).

Sebagai Ketua Komwil III APEKSI, Mas Aaf menekankan bahwa membangun kota tangguh tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik.

Ketangguhan sebuah kota, menurutnya, justru harus dimulai dari integritas dan kepemimpinan kepala daerah.

“Kota Tangguh itu bukan hanya kita menciptakan kota yang tangguh dengan pembangunan secara fisik, tetapi menurut saya dimulai dari Wali Kota dan Wakil Wali Kotanya,” ujar Mas Aaf usai acara Welcome Dinner.

Ia menjelaskan, pemimpin daerah harus memiliki integritas agar tidak mudah tergoda berbagai peluang yang justru dapat merugikan masyarakat.

“Tangguh bukan berarti dalam hal kekuatan fisik, tetapi bagaimana kita tidak tergoda dengan peluang apa pun yang bisa merugikan kita dan masyarakat,” lanjutnya.

Baca Juga: Warga dan Petugas Gotong Royong Padamkan Api di Petarukan

Baca Juga: ASN Pemkot Pekalongan Terobos Jalan Cor, Ini Nasibnya

Mas Aaf menilai tantangan pemerintah kota saat ini semakin kompleks. Ruang fiskal yang terbatas akibat kondisi Anggaran Transfer ke Daerah (TKD), persoalan sampah yang masih membutuhkan penanganan serius, serta kebutuhan pembangunan infrastruktur harus dihadapi dengan cara-cara baru.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah tidak hanya berpikir tentang keterbatasan anggaran, tetapi juga aktif mencari peluang melalui kolaborasi lintas sektor.

Forum Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 ini, sebut Walikota Aaf menjadi ruang bertukar gagasan antar kepala daerah mengenai tantangan perkotaan.

Bagi Mas Aaf, membangun kota tangguh bukan semata soal seberapa besar anggaran yang tersedia, tetapi bagaimana integritas pemimpin, kolaborasi dan keberanian melahirkan terobosan dapat berjalan bersama.

Sehingga, kolaborasi tidak cukup dilakukan antar-pemerintah kota. Potensi masyarakat, dunia usaha, komunitas hingga generasi muda perlu ikut dilibatkan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan perkotaan.

 “Kolaborasi itu penting, bukan hanya antarkota tetapi dengan seluruh elemen masyarakat dan peluang yang ada,” katanya.

Baca Juga: Argo Merbabu Bawa Nuansa Jadul di HUT ke-81 KAI

Baca Juga: Siswa SD Jenggot Berani Padamkan Api, Damkar Kaget

Ia mencontohkan inovasi pengelolaan limbah yang dikenalkan dalam forum tersebut. Salah satunya datang dari sosok muda bernama Ernest dari Rekosistem yang mengembangkan pengolahan bahan limbah sehingga memiliki nilai ekonomi.

Bagi Mas Aaf, model seperti itu menunjukkan bahwa persoalan kota dapat sekaligus menjadi peluang apabila pemerintah mampu mempertemukan potensi masyarakat dengan kebutuhan pembangunan.

“Tadi dari Bogor juga ada inspirasi anak muda, Mas Ernest dari Rekosistem, yang bisa mengolah bahan limbah menjadi nilai rupiah. Ini luar biasa dan harus terus kita ciptakan peluangnya agar memperkuat kota-kota kita berbasis potensi masing-masing,” tambahnya.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid Mayors Talk Balai Kota Bogor Ketua Komwil III APEKSI Walikota Aaf