METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kepedulian Kota Pekalongan terhadap pendidikan inklusi mendapat apresiasi di tingkat nasional. Kota Pekalongan meraih Terbaik III Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 kategori Perencanaan dan Pencapaian Daerah tingkat kota yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas.
Penghargaan tersebut diterima Walikota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid (Aaf) di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Capaian ini menempatkan Kota Pekalongan sebagai daerah dengan kinerja pembangunan yang dinilai mampu menggabungkan perencanaan, pencapaian pembangunan dan penguatan sumber daya manusia.
Bagi Pemkot Pekalongan, penghargaan itu bukan semata-mata tentang pembangunan gedung, jalan maupun infrastruktur fisik. Salah satu perhatian yang mendapat apresiasi tim penilai justru berada pada sektor pendidikan, terutama keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid mengatakan pembangunan daerah harus dilihat dari seberapa besar manfaatnya dalam meningkatkan kualitas manusia.
Menurutnya, Kota Pekalongan mungkin tidak selalu unggul dalam pembangunan fisik dibandingkan kota-kota besar lainnya, tetapi memiliki kekuatan dalam pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga: HP Jadi Kebutuhan Utama, Servis HP Jadi Peluang Kerja
“Jadi pembangunan daerah itu bukan berarti kita membangun fisik, gedung dan sebagainya. Kalau dilihat dari itu mungkin kita kalah dengan kota-kota yang lain, banyak sekali kota-kota besar yang lain kita kalah. Di Jawa Tengah kita nomor satu, di nasional kita nomor tiga,” ujar Aaf, Kamis (1/10/2026).
“Jadi pembangunan daerah itu bukan berarti kita membangun fisik, gedung dan sebagainya. Kalau dilihat dari itu mungkin kita kalah dengan kota-kota yang lain, banyak sekali kota-kota besar yang lain kita kalah. Di Jawa Tengah kita nomor satu, di nasional kita nomor tiga,” ujar Aaf, Kamis (1/10/2026).
Ia menjelaskan, salah satu program yang menjadi perhatian dalam penilaian PPD adalah pembangunan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Fasilitas tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu mengentaskan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi anak berkebutuhan khusus yang belum tertampung di Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Yang kita bangun itu adalah penguatan SDM. Bagaimana cara kita mengentaskan buta huruf, bagaimana sekolah lansia kita juga berjalan luar biasa, bagaimana anak butuh sekolah juga kita tampung, bagaimana anak berkebutuhan khusus juga kita fasilitasi melalui SKB, Sanggar Kegiatan Belajar,” jelasnya.
Menurut Aaf, perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus menjadi salah satu poin yang diapresiasi tim penilai. Pemkot Pekalongan berupaya menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak yang belum memperoleh tempat di sekolah luar biasa.
“Nah itu oleh tim penilai dari Bapak Nas, Kota Pekalongan ini dianggap salah satu kota dari sedikit yang memperhatikan anak berkebutuhan khusus,” katanya.
Baca Juga: Festival Literasi Pekalongan Siap Jadi Ruang Kreativitas
Program tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembangunan yang menempatkan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas.
Program tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembangunan yang menempatkan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas.
Pemkot Pekalongan tidak ingin pembangunan hanya terlihat dari perubahan fisik kota, tetapi juga dari semakin luasnya kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan dan mengembangkan kemampuan.
Aaf menilai penghargaan PPD 2026 harus menjadi pemacu agar perencanaan pembangunan di Kota Pekalongan semakin tepat sasaran.
Ia juga menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan berbagai pihak yang mendukung program pembangunan.
“Alhamdulillah diapresiasi secara nasional. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat dan program-program ke depan masih banyak lagi yang mungkin bisa kita ikutkan di tahun depan,” ungkapnya.
Ia bahkan membuka peluang Kota Pekalongan kembali mengejar posisi lebih tinggi pada penghargaan tahun berikutnya. Setelah masuk tiga besar nasional pada 2026, Pemkot Pekalongan menargetkan dapat mempertahankan posisi tersebut sekaligus meningkatkan capaian.
“Mudah-mudahan bisa naik peringkat tahun depan. Kalau ya paling tidak target kita masih di tiga besar lah. Syukur-syukur bisa dua, bisa satu,” kata Aaf
Aaf juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendorong pembangunan pendidikan, termasuk Bunda Literasi yang turut memperjuangkan pembangunan SKB.
Menurutnya, penghargaan nasional tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia, termasuk pendidikan yang lebih inklusif, mampu menjadi kekuatan Kota Pekalongan dalam penilaian pembangunan daerah.(han)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto Sumber : metropekalongan.com