Viral..!! Adu Mulut Gubernur Bali Wayan Koster dan Petugas SPBU "Saya Bukan Robot!"

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:23 WIB
DEBAT : Gubernur Bali Wayan Koster saat berdebat dengan petugas SPBU Nomor 54.801.48, Denpasar, pada Kamis dini hari, (15/10/2026).(IST)
DEBAT : Gubernur Bali Wayan Koster saat berdebat dengan petugas SPBU Nomor 54.801.48, Denpasar, pada Kamis dini hari, (15/10/2026).(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Denpasar – Sidak Gubernur Bali Wayan Koster di tengah antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) berujung adu mulut dengan petugas SPBU. Instruksi agar stasiun pengisian bahan bakar beroperasi selama 24 jam memicu protes dari operator yang mengaku kelelahan setelah berjam-jam melayani kendaraan yang mengantre.

Insiden tersebut terjadi di SPBU Nomor 54.801.48, Denpasar, pada Kamis dini hari, (15/10/2026), sekitar pukul 01.00 WITA. Koster melakukan inspeksi mendadak setelah tiba dari Jakarta, ketika persoalan antrean BBM masih menjadi perhatian masyarakat Bali.

Dalam situasi itu, seorang petugas perempuan menyampaikan keberatan terhadap tuntutan operasional sepanjang hari. Kalimat “Saya bukan robot!” kemudian menjadi sorotan setelah momen tersebut beredar luas di media sosial.

Protes itu menggambarkan persoalan yang dihadapi petugas di lapangan. Di tengah tuntutan agar pelayanan BBM tetap berjalan, operator juga memiliki keterbatasan tenaga dan membutuhkan waktu istirahat yang memadai.

Baca Juga: Dinkes Kota Pekalongan Buka Pelatihan Keamanan Pangan Gratis

Baca Juga: Hendak Dahului Truk, Pekerja Pabrik Kayu Tewas di Pantura

Manajemen SPBU menjelaskan, jumlah operator yang tersedia hanya 12 orang. Dalam kondisi normal, mereka dibagi ke dalam dua sif, masing-masing berisi sekitar lima hingga enam petugas. Adapun jam operasional SPBU biasanya berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WITA.

Keterbatasan tersebut menjadi tantangan ketika SPBU diminta beroperasi penuh selama 24 jam. Manajemen juga menyebut mayoritas operator merupakan perempuan, termasuk pekerja yang masih menyusui. Kondisi ini membuat pengaturan jam kerja dan pembagian sif menjadi persoalan penting yang perlu diperhitungkan.

Setelah keluhan petugas menjadi perhatian publik, Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan langkah darurat untuk mendukung operasional SPBU pada malam hari. Wayan Koster mengumumkan pengerahan prajurit TNI guna membantu pelayanan di sejumlah SPBU.

Baca Juga: Sempat Gemetaran, Siswi SMK Ini Berani Padamkan Api

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Susun Grand Design PAUD 2026–2029

Rencana tersebut menyasar 66 SPBU di wilayah Denpasar. Berdasarkan data dalam bahan yang diterima, bantuan personel baru terlaksana di 50 SPBU. Setiap lokasi direncanakan mendapat dukungan satu hingga dua personel untuk membantu tugas pada sif malam.

Langkah itu diharapkan dapat membantu menjaga pelayanan BBM tetap berjalan saat antrean kendaraan masih tinggi. Namun, dukungan personel juga perlu disertai pengaturan tugas dan koordinasi yang jelas agar pelayanan berlangsung tertib dan aman.

Krisis distribusi BBM di Bali dilaporkan berdampak pada sejumlah wilayah, mulai dari Denpasar, Badung, Tabanan hingga Jembrana. Antrean kendaraan di beberapa titik disebut mencapai sekitar 1,5 hingga tiga kilometer.

Situasi tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat. Universitas Udayana bahkan menerapkan kuliah daring dan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) selama tiga hari, yakni 14–16 Oktober 2026, untuk mengurangi kebutuhan mobilitas mahasiswa dan dosen.

Di sisi pasokan, PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan tambahan pasokan darurat sebesar 57,9 juta liter BBM untuk Bali selama periode 14–17 Oktober 2026.

Depo BBM Pesanggaran juga dilaporkan menerima dua juta liter BBM pada Rabu malam, disusul tambahan tiga juta liter pada Kamis. Pasokan total lima juta liter tersebut diproyeksikan masuk secara bertahap untuk membantu mengurai antrean.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Wayan Koster Antrean BBM Bali Sidak SPBU Denpasar Krisis BBM Bali TNI Bantu SPBU