METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Persip Pekalongan harus menelan kekalahan dalam laga tandang melawan Persak Kebumen pada Liga Jawa Tengah (Jateng) di Stadion Candradimuka, Rabu 8 Januari 2025.
Bermain dalam kondisi lapangan yang tergenang air, Persak berhasil memanfaatkan situasi dan unggul 2-0 atas tamunya.
Sejak babak pertama, anak asuh Coach Hasan tampil menyerang.
Namun, kondisi lapangan yang hampir sepenuhnya tergenang air menjadikan arus serangan terhambat.
Bola sering berhenti di genangan, akibatnya strategi yang dirancang tidak berjalan sesuai rencana. Babak pertama pun berakhir tanpa gol, dengan skor 0-0.
Saat jeda paruh waktu, wasit dan Match Commissioner sempat memutuskan untuk menghentikan pertandingan akibat buruknya kondisi lapangan.
Namun pertandingan kembali dilanjutkan, meski kondisi lapangan dinilai sangat tidak layak untuk dimainkan. Keputusan ini menuai kritik dari pelatih Persip, Coach Hasan.
"Selamat kepada tim Persak Kebumen atas kemenangan ini. Saya dan tim sangat menyayangkan keputusan untuk melanjutkan pertandingan di tengah kondisi yang sangat buruk. Dengan genangan air, bola tidak bisa berjalan, sehingga skema permainan tidak dapat dijalankan. Dalam kondisi seperti ini, hasil pertandingan lebih dipengaruhi oleh faktor keberuntungan," ucapnya.
Salah satu gol Persak tercipta akibat perubahan arah bola yang tidak terduga karena genangan air, meskipun kiper Persip sudah berada di posisi yang tepat.
"Hal seperti ini seharusnya menjadi perhatian Asprov untuk menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik dalam kompetisi tingkat Jawa Tengah," tambah Hasan.
Meskipun kalah, Coach Hasan tetap memberikan apresiasi kepada para pemain atas daya juang mereka di lapangan.
Ia menyebutkan, hasil ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim jelang laga berikutnya melawan Wijayakusuma FC yang akan digelar di Stadion Hoegeng, Pekalongan, Minggu 12 Januari 2025.
“Kami kurang beruntung hari ini. Tapi ini akan menjadi pelajaran bagi kami. Harapannya, tidak ada lagi pertandingan yang digelar di lapangan yang tidak layak guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan,” pungkasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla