Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Dari Jalanan ke Panggung Juara, Aksi Polisi Pekalongan Cegah Tawuran Lewat Pencak Silat

Lutfi Hanafi • Selasa, 13 Mei 2025 | 22:17 WIB

 

LATIHAN - Pelajar di Kota Pekalongan saat berlatih silat bareng Aiptu Ahmad Syaifudin, anggota Polisi Polres Pekalongan Kota.
LATIHAN - Pelajar di Kota Pekalongan saat berlatih silat bareng Aiptu Ahmad Syaifudin, anggota Polisi Polres Pekalongan Kota.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Di tengah kekhawatiran akan maraknya pelajar tawuran, seorang polisi di Kota Pekalongan memilih pendekatan yang berbeda.

Bukan dengan patroli semata, tapi dengan membekali anak-anak muda melalui ilmu pencak silat, yakni mengeber semangat juang dan membangun karakter.

Dialah Aiptu Ahmad Syaifudin, anggota Satuan Intelkam Polsek Pekalongan Timur Polres Pekalongan Kota.

Baca Juga: Dirikan Warung NKRI Digital di Kota Pekalongan, Tangkal Radikalisme Lewat Dialog

Sejak delapan tahun terakhir, ia membuka latihan pencak silat gratis bagi pelajar dari berbagai usia dan latar belakang.

Bertempat di Kolat Kalibaros, menggelar latihan setiap sore Selasa, Jumat, Sabtu, dan Minggu pagi.

Suara langkah, teriakan semangat, serta gemuruh pukulan, pun terdengar membelah kawasan itu. Bukan untuk bertikai, tapi untuk berlatih dan tumbuh bersama.

Baca Juga: Medono Canangkan Gerakan Kantong Sedekah Sampah, Solusi Hadapi Darurat Sampah

“Saya ingin anak-anak Kota Pekalongan jauh dari perkelahian jalanan. Pencak silat bukan hanya soal bela diri, tapi pembentuk karakter,” kata Aiptu Ahmad, Selasa 13 Mei 2025.

Inisiatif ini lahir dari tekad pribadi. Beberapa tahun lalu, Kalibaros dan Sokorejo dikenal rawan konflik remaja.

Alih-alih bersikap represif, Aiptu Ahmad memilih menjadi solusi dengan tangan terbuka dan membuka hati untuk mendidik mereka.

Baca Juga: Pameran Seni SMPN 15 Pekalongan, Siswa Juga Presentasikan Karyanya

Tak hanya mengajar di Kolat, ia juga membawa pencak silat masuk ke sekolah-sekolah dasar seperti SDN Duwet dan SDIT Permata Hati melalui program ekstrakurikuler.

Di sanalah bibit-bibit prestasi mulai tumbuh. Dari Popda, O2SN, hingga kejuaraan terbuka tingkat Provinsi Jateng, anak-anak binaannya kerap mengibarkan nama Kota Pekalongan.

Beberapa di antaranya anak didiknya lolos ke sekolah unggulan berkat jalur prestasi.

Baca Juga: Eceng Gondok yang Dianggap Gulma, Kini Jadi Pupuk Organik di Padukuhan Kraton Kota Pekalongan

“Bela diri ini bukan untuk kekerasan. Tapi untuk menanamkan kedisiplinan, sportivitas, serta kepercayaan diri,” ungkapnya.

Di luar latihan, Aiptu Ahmad juga dikenal sebagai penjaga harmonisasi antarperguruan silat di Kota Batik.

Ia kerap dipercaya sebagai panitia kejuaraan seperti Piala Wali Kota, Porkot, dan Kejurnas Merpati Putih se-Jateng. Perannya di Unit Intelkam dimanfaatkan untuk membina, bukan membatasi.

Baca Juga: Nekat Todong Petugas Saat Mabuk, Pemuda Bersenjata Cutter Diamankan dalam Operasi Premanisme di Pekalongan

Kombes Pol Artanto, Kabid Humas Polda Jawa Tengah menyebut sosok Aiptu Ahmad sebagai teladan nyata Polri Presisi.

“Beliau membuktikan bahwa polisi bisa hadir secara humanis dan inspiratif di tengah masyarakat,” katanya.

Kini, Aiptu Ahmad tidak hanya dikenal sebagai polisi, namun sebagai pelatih, motivator, dan panutan.

Baca Juga: Dicurigai Mau Tawuran, Tujuh Remaja di Batang Diciduk Polisi

Sosok yang mengubah stigma jalanan penuh konflik menjadi panggung prestasi dan harapan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Polres Pekalongan Kota #karakter #pelajar #polisi #pencak silat #tawuran #semangat