Puluhan Atlet Bulutangkis Perebutkan Kejuaraan Wali Kota Cup 2025
Lutfi Hanafi• Jumat, 30 Mei 2025 | 04:46 WIB
FOTO BERSAMA - berfoto Bersama para pemenang Kejuaraan Bulutangkis Piala Walikota 2025, di GOR Unggul Jaya, pada Kamis (29/5/2025).
METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Semangat pembinaan olahraga di Kota Pekalongan tak pernah padam.
Lewat kejuaraan bulutangkis Wali Kota Cup 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak bibit-bibit atlet muda berprestasi yang kelak mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.
Selama dua hari, Rabu hingga Kamis (28–29 Mei 2025), sebanyak 73 atlet muda dari 6 klub lokal berlaga memperebutkan gelar terbaik di Gedung Olahraga Unggul Jaya.
“Di final terlihat, bukan hanya teknik dan postur yang berpengaruh. Tapi mental juga jadi penentu. Ada yang posturnya unggul, tapi kalah mental,” ujar Mas Aaf.
Mas Aaf juga berharap, ke depan klub-klub lokal bisa mengejar dominasi Klub Unggul Jaya, yang saat ini masih mendominasi podium juara.
Namun menurutnya, itu justru tantangan sehat yang akan memacu semangat kompetisi di kalangan pelatih, atlet, dan klub.
Didukung oleh fasilitas olahraga yang representatif dan struktur organisasi PBSI yang solid, Kota Pekalongan dinilai siap menjadi tuan rumah kejuaraan berkelanjutan.
Bahkan, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat, ajang berskala provinsi hingga nasional bisa digelar di kota batik ini.
Ketua PBSI Kota Pekalongan, Lugman, menyampaikan, kejuaraan ini menjadi pemicu semangat latihan di kalangan atlet dan pelatih.
“Dengan rutin menggelar kejuaraan, setidaknya empat kali setahun. Kami ingin membentuk budaya kompetisi yang sehat dan berkelanjutan. Harapannya, anak-anak bisa tampil percaya diri di level karesidenan, provinsi, bahkan nasional,” terang Lugman.
Tak tanggung-tanggung, PBSI Kota Pekalongan menargetkan minimal atlet lokal bisa menembus juara tingkat provinsi.
Hal ini sekaligus sebagai syarat agar kabupaten/kota bisa berpartisipasi dalam kejuaraan tingkat yang lebih tinggi.
“Kami terus dorong kerja sama antar klub, pelatih, dan orang tua atlet. Target jangka pendek kami adalah munculnya juara dari Pekalongan di level provinsi,” tambahnya.
Dengan banyaknya tempat latihan seperti di Umbul Jaya, Kedono, dan lainnya, jaringan pembinaan olahraga bulutangkis semakin luas.
Wali Kota Cup tak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga jadi tonggak pembinaan prestasi jangka panjang. (han/ida)