METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Sore itu, Stadion Hoegeng kembali riuh oleh sorak-sorai penonton. Kali ini, bukan laga profesional yang menjadi magnet kerumunan.
Tapi Turnamen Wali Kota Cup U-40 yang menghadirkan para legenda lokal, para ayah, abang, bahkan mungkin tetangga sebelah rumah yang dulu bersinar di lapangan.
Mereka kembali menggocek bola demi nostalgia dan silaturahmi.
Acara ini diselenggarakan oleh Askot PSSI Kota Pekalongan. Turnamen ini bukan sekadar kompetisi.
Ini adalah panggung reuni, pengingat masa kejayaan, dan penghubung generasi—di mana olahraga menyatu dengan semangat kebersamaan.
"Ini bukan cuma soal menang atau kalah, tapi tentang menjalin silaturahmi, hidup sehat, dan memberi hiburan bagi masyarakat," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid yang akrab disapa Mas Aaf saat membuka pertandingan perdana, Kamis 29 Mei 2025.
Baca Juga: Aroma Mistis Kali Kuto, Korban Tenggelam Ditemukan, Urban Legend Menggema
Mas Aaf menyebutkan, meskipun para peserta telah melewati usia emas di lapangan, masih menunjukkan semangat kompetitif dan sportivitas yang tinggi.
“Usia 40 ke atas bukan penghalang, justru mereka masih sangat produktif. Masyarakat senang melihat wajah-wajah lama yang dulu sering tampil di stadion,” tambahnya.
Tercatat 24 tim dari berbagai daerah ikut ambil bagian, termasuk tim dari luar Kota Pekalongan seperti Brebes dan sekitarnya. Menurut Yohanes Lumintang, Sekretaris Askot PSSI Kota Pekalongan, ini menunjukkan, gairah sepak bola di usia matang masih sangat hidup.
“U 40 ini kami gelar sebagai bentuk penghargaan terhadap mereka yang pernah mengisi sejarah lapangan. Banyak pemain legendaris lokal kembali bermain. Ini ajang nostalgia,” tutur Yohanes.
Dengan total hadiah Rp 7 juta, turnamen ini bukan hanya tentang piala atau prestise, tetapi tentang kebersamaan dan semangat olahraga yang tak lekang oleh waktu.
“Yang unik, juara tiga dan empat akan tetap dipertandingkan, agar setiap tim merasakan semangat kompetisi sampai akhir,” tambah Yohanes.
Lebih dari sekadar olahraga, Wali Kota Cup U-40 menjadi ruang sosial yang mempertemukan warga lintas usia.
Anak-anak datang untuk menonton ayah mereka, teman lama saling menyapa di tribun, dan stadion menjadi ruang pertemuan penuh cerita lama yang kembali hidup.
"Ini bukan cuma turnamen, tapi bagian dari memori kolektif warga Pekalongan," kata seorang penonton yang datang bersama anak dan cucunya.
Baca Juga: Puluhan Atlet Bulutangkis Perebutkan Kejuaraan Wali Kota Cup 2025
Askot PSSI berharap turnamen ini bisa digelar rutin setiap tahun agar nilai kebersamaan, semangat sehat, dan kecintaan pada sepak bola tetap terjaga. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla