METROPEKALONGAN.COM, Paris – Paris Saint Germain (PSG) mencetak sejarah emas usai meraih gelar Liga Champions UEFA 2025, mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di Allianz Arena, Munich, Sabtu 31 Mei 2025.
Kemenangan ini sekaligus menjadi trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub ibu kota Prancis tersebut.
Tak lama setelah kemenangan spektakuler ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut tim PSG secara resmi di Istana Élysée, Minggu 1 Juni 2025.
Baca Juga: Lawan China Tanpa Paes, Timnas Indonesia Pasang Kiper Eks Juventus
Dalam berbagai hal, Macron tidak melupakan kebanggaannya terhadap prestasi klub berjuluk Les Parisiens tersebut.
"Ini bukan hanya kemenangan PSG, tapi kemenangan seluruh rakyat Prancis. Semangat, strategi, dan dedikasi mereka mencerminkan wajah baru sepak bola Prancis yang kuat dan kompetitif di level Eropa," ujar Macron dalam pidatonya.
Macron juga memberikan apresiasi khusus kepada pelatih Luis Enrique, yang dinilai berhasil membentuk skuad muda penuh determinasi menjadi kekuatan dominan di pentas Eropa.
Baca Juga: Gairah Sepak Bola Tak Pernah Tua, Piala Wali Kota U-40 Jadi Ajang Nostalgia dan Silaturahmi
Tak lupa, ia menyebut nama Luis Campos (Direktur Olahraga PSG) dan Presiden Klub Nasser Al-Khelaifi, serta mengucapkan terima kasih kepada Qatar atas dukungan finansial dan infrastruktur yang berperan penting dalam perjalanan klub.
Namun sayangnya, euforia kemenangan ini ternoda oleh pemecah yang pecah di sejumlah titik di Paris, termasuk di kawasan Champs-Élysées.
Bentrokan antara pendukung yang merayakan secara berlebihan menyebabkan dua orang tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka, termasuk petugas kepolisian.
Baca Juga: Tanggul Sungai Bremi Jebol Lagi, Pemkot Pekalongan Gerak Cepat Lakukan Penanganan Darurat
Menyanggapi hal tersebut, Macron menyampaikan menyampaikan secara mendalam dan mengecam tindakan keras kekerasan yang mencoreng perayaan kemenangan bersejarah.
“Perayaan kemenangan seharusnya menjadi momen persatuan, bukan perpecahan. Saya memerintahkan aparat untuk menindak tegas kejahatan kekacauan dan menjamin keamanan publik,” tegas Macron.
Kemenangan PSG ini menjadikan mereka sebagai klub Prancis kedua yang berhasil menjuarai Liga Champions, setelah Olympique de Marseille yang menorehkan prestasi serupa pada tahun 1993.
Baca Juga: Festival Pek Cun 2025 di Pekalongan, Peringatan Chi Yen dan Lantunkan Doa untuk Kemakmuran
Lebih dari itu, kemenangan ini dianggap sebagai bukti kebangkitan sepak bola Prancis di level internasional.
"PSG telah membuka jalan. Ini awal dari era baru sepak bola Prancis yang lebih bersinar di kancah dunia," tutup Macron. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla