Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Dupan Padel Hadir di Kota Batik, Wali Kota Ingin Lahirkan Bibit-Bibit Atlet Lokal

Lutfi Hanafi • Selasa, 12 Agustus 2025 | 01:55 WIB
SIMBOLIS - Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menerima raket padel secara simbolis dari pengelola Dupan Padel Richard, didampingi owner Dupan Sugiarto, pada Minggu (10/8/2025).
SIMBOLIS - Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menerima raket padel secara simbolis dari pengelola Dupan Padel Richard, didampingi owner Dupan Sugiarto, pada Minggu (10/8/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kota Batik kini punya alasan baru untuk berbangga. Bukan soal kain atau kuliner, tapi dari dunia olahraga.

Dupan Padel resmi berdiri di kompleks Dupan Square, menjadi lapangan padel pertama di Kota Pekalongan dan membuka babak baru bagi cabang olahraga yang tengah naik daun ini.

Peresmian berlangsung meriah pada Minggu 10 Agustus 2025, dihadiri Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, Dandim 0710/Pekalongan, Kapolres Pekalongan Kota, serta Ketua KONI Pekalongan.

Tidak hanya memotong pita, wali kota yang akrab disapa Mas Aaf juga ikut menandatangani prasasti dan menjajal langsung sensasi bermain padel.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Sugiarto sebagai owner Dupan Padel. Ini fasilitas olahraga yang sangat representatif. Harapan saya, dari sini lahir bibit atlet padel Pekalongan yang bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Mas Aaf.

Kini, Dupan Padel bukan sekadar lapangan baru, tapi simbol awal mula perjalanan padel di Pekalongan.

Dengan semangat kompetisi yang mulai menyala, Kota Batik siap mengayunkan raketnya, mencari talenta terbaik, dan membawa padel lokal menuju panggung prestasi.

Mas Aaf menegaskan, hadirnya Dupan Padel bukan hanya untuk gaya hidup, tapi juga sebagai sarana pembinaan atlet.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai, ia optimistis Pekalongan bisa melahirkan pemain padel handal yang berprestasi di ajang nasional dan internasional.

“Kita punya banyak potensi anak muda. Tinggal bagaimana memfasilitasi dan membimbing mereka. Padel ini bisa jadi pintu masuk untuk mengharumkan nama Pekalongan di bidang olahraga,” kata Mas Aaf.

Padel, olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash, belakangan ini populer di berbagai kota besar.

Cabang olahraga (Cabor) ini telah masuk kalender pertandingan resmi, termasuk di PON 2028 di NTB.

Menurut pengelola Padel Dupan Pekalongan, Richard, minat warga langsung terlihat sejak masa soft opening pada 3–7 Agustus lalu.

“Waktu itu, lapangan selalu penuh. Untuk weekday pukul 06.00–15.00 WIB, tarifnya Rp 150 ribu/jam, sedangkan sore hingga malam atau weekend Rp 200 ribu/jam,” jelasnya.

Bagi yang baru pertama kali memegang raket, tidak perlu khawatir. Padel Dupan menyediakan pelatih profesional dengan tarif Rp 150 ribu/jam.

Peralatan juga bisa disewa, mulai dari raket standar Rp 25 ribu hingga raket premium Rp 40 ribu.

Semua pemesanan bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Ayo di Play Store atau App Store.(han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Dupan Padel #padel #Mas Aaf #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid