METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di balik serunya pertandingan sepak bola, ada sosok penting yang sering menjadi sorotan, yakni wasit.
Pengadil lapangan yang menentukan jalannya laga dari level profesional hingga tarkam ini sangat diminati masyarakat.
Karena itulah, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menggelar Pelatihan Wasit C3 di Aula TP PKK, Senin 15 September 2025.
Baca Juga: Pasca Tragedi 30 Agustus, Pemkot Pekalongan Tambah Prioritas Belanja Alat Kantor
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid yang membuka kegiatan ini menegaskan, wasit adalah jantung pertandingan.
“Tanpa wasit, pertandingan sepak bola tidak bisa berjalan. Wasit itu inti dari sebuah laga, baik di level profesional maupun tarkam,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf ini.
Namun, yang patut diwaspadai adalah wasit yang bertugas di liga bawah yang rawan mendapat tekanan, bahkan ancaman fisik dari pemain, pelatih, maupun suporter.
Baca Juga: Indahnya Toleransi di Kota Pekalongan, Klenteng Po An Thian Gelar Baksos Meriah
Terutama di Liga 3, Liga 4, hingga tarkam. Ini berbeda dengan pertadingan di Super League yang keamanannya terjaga.
“Karena itu, saya tekankan profesionalisme dan kejujuran sebagai hal utama. Jalankan tugas seadil-adilnya. Kalau ada tim yang merasa tidak puas, itu wajar, bagian dari dinamika pertandingan,” tegasnya.
Meski penuh tantangan, antusiasme peserta justru tinggi. Tercatat 40 peserta mengikuti pelatihan kali ini.
Baca Juga: Wali Kota Pekalongan Harap Layanan DSA Ditanggung BPJS, Manfaat Besar untuk Cegah Stroke
Mas Aaf menyebutkan, hal ini sebagai tanda semangat dan keberanian anak muda untuk menekuni jalur perwasitan.
“Luar biasa, walaupun di tarkam penuh risiko, ternyata pesertanya banyak. Ini menandakan ada keinginan besar untuk menjadi wasit,” ungkapnya.
Perlu diketahui, Lisensi Wasit C3 adalah pintu masuk karier seorang wasit sepak bola di Indonesia.
Baca Juga: Rawat Dua Anak Sejak Bayi, Kini Vivi Kehilangan Buah Hati Tanpa Jejak
Lisensi ini diberikan setelah peserta mengikuti kursus dasar yang digelar Asosiasi Cabang (Ascab) PSSI di tingkat kota atau kabupaten.
Dengan lisensi ini, seorang wasit berhak memimpin pertandingan di level lokal seperti tarkam dan kompetisi antar desa atau sekolah.
Lisensi ini juga membuka jalan untuk naik ke level lebih tinggi, menuju Lisensi C2, untuk wasit yang memimpin pertandingan tingkat provinsi. Serta Lisensi C1, untuk wasit nasional yang bisa bertugas di liga profesional.
Baca Juga: Wali Kota Pekalongan Ingatkan, Jangan Anggap Remeh Aksi Anarkisme, Pekalongan Harus Lebih Waspada
Selain jenjang karir, lisensi C3 juga memberikan bekal dasar tentang aturan, etika, dan keterampilan kepemimpinan di lapangan.
Dengan demikian, kursus ini bukan sekadar syarat administratif, melainkan juga ajang pembentukan karakter seorang wasit.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan lahir wasit-wasit muda yang jujur, profesional, dan berintegritas.
Baca Juga: Pelatihan BLK Kota Pekalongan, Ditutup Ada yang Sudah Kerja hingga Jahit Baju Sendiri
Harapannya, sepak bola Pekalongan tidak hanya ramai di lapangan, tetapi juga berkualitas dalam kepemimpinannya.
Wali kota berharap para peserta tidak hanya berhenti di C3, tetapi melanjutkan hingga bisa menjadi wasit profesional.
“Harapannya, mereka terus ikut kursus lanjutan agar bisa memimpin liga profesional. Kota Pekalongan juga bisa bangga punya wasit berkelas nasional,” kata Mas Aaf. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla