Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ketua DPRD Kota Pekalongan Mohamad Azmi Basyir Saksikan 288 Atlet Esports Berebut Podium Kemenangan

Lutfi Hanafi • Selasa, 17 Februari 2026 | 21:03 WIB

SAKSIKAN - Ketua DPRD Kota Pekalongan Azmi saat melihat langsung pertandingan final Mobile Legend,di GOR Unikal Senin (16/2/2026) petang.
SAKSIKAN - Ketua DPRD Kota Pekalongan Azmi saat melihat langsung pertandingan final Mobile Legend,di GOR Unikal Senin (16/2/2026) petang.


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Gemuruh sorak sorai memenuhi Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Pekalongan (Unikal) sejak pagi hingga malam pada Senin 16 Februari 2026.

Sebanyak 288 atlet Electronic Sports (Esports) dari seluruh penjuru Kota Batik bertarung dalam ajang Piala Ketua DPRD Kota Pekalongan 2026. Jika ditambah pemain cadangan, total partisipan menembus lebih dari 300 orang.

Kejuaraan ini digelar atas dukungan penuh Ketua DPRD Kota Pekalongan Mohamad Azmi Basyir. Ia menegaskan, Esports bukan sekadar hiburan digital, melainkan wadah strategis untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkoba dan pergaulan negatif.

“Generasi muda harus punya kegiatan positif. Ancaman narkoba itu nyata. Melalui Esports, kita mengarahkan energi dan bakat mereka ke jalur prestasi,” kata Azmi saat penutupan turnamen.

Azmi mengingatkan, meski potensial, Esports tetap harus dijalani secara bijak. Ia berharap, orang tua turut mendukung sekaligus mengawasi agar anak-anak tidak berlebihan dalam bermain.

Dengan ratusan atlet yang ambil bagian, turnamen ini bukan hanya kompetisi, melainkan simbol perubahan cara pandang terhadap dunia gim.

Di Kota Pekalongan, Esports kini bukan lagi sekadar permainan, tetapi benteng baru bagi generasi muda untuk tumbuh, berprestasi, dan menjauh dari pengaruh negatif.

“Esports itu bagus, tapi jangan sampai berlebihan. Harus tetap seimbang dengan pendidikan dan aktivitas lainnya,” pesannya.

Ketua ESI Kota Pekalongan Fuhuluddin mengungkapkan, animo masyarakat sangat tinggi. Peserta termuda berusia 13 tahun dan tertua 45 tahun, membuktikan Esports menjadi olahraga lintas generasi.

Tiga nomor utama dipertandingkan, yakni Mobile Legends, Bang Bang, Free Fire, dan eFootball versi PS5.

Yang mana, untuk Mobile Legends diikuti 32 tim (5 pemain per tim). Free Fire diikuti 24 tim (4 pemain per tim) dan E-Football kategori perorangan diikuti 32 atlet.

"Total hadiah Rp 10 juta disiapkan sebagai bentuk komitmen legislatif dalam mendukung pembinaan atlet," serunya.

Menurut data dari media sosial ESI daerah dan berbagai pemberitaan olahraga digital nasional, tren Esports di Indonesia terus meningkat.

Indonesia bahkan menjadi salah satu pasar Mobile Legends terbesar di dunia dan rutin menembus grand final turnamen internasional.

Sementara Free Fire tercatat sebagai salah satu game mobile dengan jumlah unduhan tertinggi di Asia Tenggara.

Fenomena ini sejalan dengan data dari KONI dan Esports Indonesia yang menunjukkan Esports telah resmi menjadi cabang olahraga prestasi dan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Ketua KONI Kota Pekalongan Edywan menyebutkan, kejuaraan ini menjadi momentum penting menjelang Porprov Semarang Raya. Terlebih, Esports termasuk cabang baru yang mulai diperhitungkan.

“Kita sudah masuk prakualifikasi, khususnya nomor Free Fire. Target kita jelas, bisa berbicara banyak di Porprov Jateng nanti,” ujarnya optimistis.

Secara nasional, Esports Indonesia juga terus menunjukkan prestasi di ajang regional Asia Tenggara hingga level dunia.

Hal inilah yang mendorong daerah-daerah, termasuk Pekalongan, memperkuat pembinaan sejak dini. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Mobile Lagends #esport #Ketua DPRD Kota Pekalongan M Azmi Basyir