Pasalnya, selama beberapa edisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng), perolehan medali Kota Pekalongan masih banyak disumbang dari cabang olahraga biliar.
Hal tersebut terungkap dalam rapat kerja (Raker) yang digelar di Ruang Buketan, Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Sabtu 14 Maret 2026.
Raker yang dihadiri Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid pengurus KONI, cabang olahraga (cabor), hingga pemangku kepentingan olahraga ini, untuk menyatukan langkah.
Baca Juga: Cegah Angpao Lebaran Jadi Gratifikasi, Gandeng Jaksa Bina ASN PekalonganTerutama Dinparbudpora Kota Pekalongan yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pembinaan atlet. Dalam kesempatan tersebut, jadi pertemuan strategis untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah menuju Porprov Jateng 2026.
Wali kota menyatakan, pentingnya komunikasi aktif antara pengurus cabor dengan KONI. Sebab, koordinasi yang baik akan memudahkan evaluasi hasil Pra Porprov sekaligus mencari solusi atas kendala yang dihadapi atlet.
Melalui sinergi yang kuat antarorganisasi olahraga dan dukungan pemerintah daerah, Kota Pekalongan optimistis dapat meningkatkan prestasi sekaligus memperbaiki posisi dalam klasemen Porprov Jawa Tengah 2026.
“Biliar tentu harus tetap dipertahankan prestasinya, tetapi cabang olahraga lain juga harus ikut menyusul agar peringkat Kota Pekalongan bisa meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Pekalongan Edywan menyampaikan, Raker ini menjadi momentum penting bagi kepengurusan periode 2025–2029 untuk mematangkan strategi pembinaan atlet.
“KONI Kota Pekalongan menargetkan hasil yang lebih baik pada Porprov mendatang dengan membidik posisi 10 hingga 15 besar di tingkat Jawa Tengah,” katanya.
Wali kota juga menegaskan pentingnya komunikasi aktif antara pengurus cabor dengan KONI.
Menurutnya, koordinasi yang baik akan memudahkan evaluasi hasil Pra Porprov sekaligus mencari solusi atas kendala yang dihadapi atlet.
“Cabor harus aktif berkomunikasi dengan KONI, baik yang sudah lolos maupun yang belum. Dengan begitu kendala bisa segera diatasi dan persiapan bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Raker tersebut juga membahas berbagai aspek strategis organisasi, mulai dari penyesuaian AD/ART, penguatan koordinasi internal, hingga pengelolaan anggaran pembinaan atlet.
Semua itu diarahkan untuk mendukung target prestasi Kota Pekalongan pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah 2026. (han/ida)