METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Olahraga lari kini bukan sekadar aktivitas menjaga kebugaran, tetapi telah berkembang menjadi gaya hidup yang semakin diminati masyarakat.
Fenomena itu terlihat dalam gelaran BE(RUN)I Healthy 2026 di Kota Pekalongan yang sukses menyedot perhatian ribuan peserta, Minggu 10 Mei 2026.
Sejak pagi, kawasan GOR Jetayu dipenuhi pelari dari berbagai usia. Mulai dari pelajar, masyarakat umum, hingga komunitas lari dari berbagai daerah tampak memadati area start dan finish.
Tercatat sebanyak 1.748 peserta ambil bagian dalam event tahunan yang digelar oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan.
Tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa olahraga lari kini semakin digandrungi masyarakat, sekaligus menjadikan event-event running sebagai agenda yang selalu dinanti.
Walikota Pekalongan, A. Afzan Arslan Djunaid, Aaf, menyebut antusiasme peserta tahun ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat melalui olahraga.
“BERUNI rutin digelar setiap tahun, dan tahun ini antusiasme masyarakat luar biasa. Ada 1.748 peserta yang ikut, termasuk berbagai komunitas lari dari luar daerah,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.
Pada BERUNI 2026, peserta mengikuti kategori 5K yang terbagi dalam kelas umum dan pelajar.
Tidak hanya kategori terbuka, panitia juga membuka kelas khusus pelajar mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA putra dan putri.
Dengan total hadiah jutaan rupiah untuk para juara podium, BERUNI 2026 kembali membuktikan bahwa tren olahraga lari di Pekalongan terus tumbuh.
Pemerintah Kota Pekalongan pun berharap semangat serupa bisa berkembang di cabang olahraga lainnya sebagai bagian dari pembinaan atlet dan penguatan budaya hidup sehat di masyarakat.
Menurut Aaf, event olahraga seperti BERUNI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi, minat, dan bakat mereka.
Ia menilai semakin banyak kegiatan olahraga digelar, semakin besar peluang anak-anak muda terhindar dari aktivitas negatif di luar jam sekolah.
“Melalui olahraga yang sesuai dengan minat mereka, kita ingin anak-anak memiliki aktivitas yang sehat, produktif, dan membangun karakter,” tandasnya.(han)
Editor : Ida Nor Layla