METROPEKALONGAN.COM, Magelang — Memasuki satu dekade penyelenggaraan Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2026, membuka peluang sport tourism (pariwisata olahraga), sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Dengan banyaknya pelari yang datang bersama keluarga dan menikmati destinasi wisata di kawasan Borobudur. Manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan penyelenggara, tetapi juga pelaku UMKM, hotel, restoran, homestay, hingga masyarakat sekitar. Pada penyelenggaraan 2025 lalu, perputaran uangnya mencapai Rp67 miliar.
“Kami berharap mudah-mudahan (tahun ini) bisa tembus Rp100 miliar," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno usai peluncuran BJBM 2026 di Balkondes Ngadiharjo Ngabean, Kabupaten Magelang, Rabu malam, 8 Juli 2026.
Menurut Sumarno, warisan terbesar Borobudur Marathon selama satu dekade bukan hanya angka ekonomi, melainkan tumbuhnya rasa memiliki dari masyarakat sekitar Borobudur terhadap event tersebut.
Ia mengenang ketika penyelenggaraan mulai dikelola bersama pada 2017. Kala itu, masyarakat belum banyak terlibat. Kini, ribuan warga justru menjadi bagian penting dari kemeriahan Borobudur Marathon dengan memberikan semangat di sepanjang lintasan.
"Kami ingin Borobudur Marathon menjadi gawenya masyarakat Borobudur. Nilai yang paling penting adalah kebersamaan dan gotong royong. Itulah warisan yang harus terus dijaga agar event ini tetap berkelanjutan," katanya.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko mengatakan, keberhasilan menjaga Borobudur Marathon selama satu dekade merupakan buah kolaborasi seluruh pihak.
Menurutnya, event ini kini telah menjelma menjadi salah satu ajang lari paling bergengsi di Indonesia, sekaligus memberikan manfaat besar bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Jateng kembali menghadirkan Bank Jateng Pawone dengan melibatkan lebih dari 70 UMKM lokal yang telah dikurasi untuk menyajikan kuliner tradisional bagi para peserta.
Selain itu, lanjut dia, Bank Jateng juga melanjutkan program Bank Jateng Young Talent sebagai wadah pembinaan pelari muda berbakat.
"Kami memiliki pelari-pelari muda yang kita harapkan bisa ikut partisipasi dan mudah-mudahan bisa menjadi atlet-atlet yang berprestasi," ujarnya.
Baca Juga: Warga Gagalkan Aksi Perempuan Nekat Hendak Lompat dari Jembatan Surobayan
Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An mengatakan, sejak awal penyelenggaraan, cita-cita terbesar yang ingin diwujudkan adalah menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar Borobudur.
Menurutnya, dampak yang kini dirasakan warga menjadi bukti bahwa Borobudur Marathon telah tumbuh menjadi milik bersama dan membawa manfaat nyata bagi lingkungan.
Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2026 dibuka mulai 10 Juli 2026 melalui sistem ballot atau undian. Ajang yang mengusung tema "Decade of Legacy" itu akan digelar pada 15 November 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, dengan tiga nomor lomba, yakni 10 kilometer, half marathon (21 kilometer), dan marathon (42 kilometer). (dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto