METROPEKALONGAN.COM, Jakarta – Persija Jakarta akhirnya angkat bicara menanggapi simpang siur kabar yang menyebut pelatih kepala Shin Tae-yong terkena sanksi larangan melatih selama 10 tahun.
Setelah melakukan verifikasi langsung kepada Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA), manajemen Macan Kemayoran memastikan informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar dan tidak memengaruhi posisi Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija.
Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menjelaskan bahwa berdasarkan komunikasi resmi dengan KFA pada Minggu (26/7/2026), Shin Tae-yong dijatuhi sanksi disiplin selama satu tahun, bukan 10 tahun seperti yang ramai diberitakan.
Sanksi tersebut juga hanya berlaku di bawah yurisdiksi sepak bola Korea Selatan sehingga tidak berdampak pada aktivitas kepelatihannya di Indonesia.
Persija menegaskan tetap menghormati keputusan yang diambil KFA. Namun, manajemen memastikan Shin Tae-yong tetap mendapat kepercayaan penuh untuk memimpin tim dalam menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026.
Baca Juga: Polres Pekalongan Kota Siagakan Personel 24 Jam, Warga Diminta Jangan Ragu Lapor Gangguan Keamanan
"Kami memastikan posisi Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Persija tetap aman demi menjaga stabilitas dan kondusivitas tim," demikian pernyataan resmi manajemen Persija.
Kasus yang menyeret nama pelatih asal Korea Selatan itu bermula dari investigasi Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan bersama Komite Fair Play KFA sejak Desember 2025.
Investigasi tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran etik ketika Shin Tae-yong masih menangani klub Ulsan HD pada musim 2025.
Laporan yang diperiksa KFA mencakup dugaan tindakan disipliner terhadap salah seorang pemain serta aktivitas pribadi yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan internal klub saat menjalani jadwal pertandingan.
Adapun angka sanksi 10 tahun yang sempat beredar luas disebut merupakan spekulasi mengenai batas maksimal hukuman dalam regulasi disiplin KFA, bukan keputusan final yang dijatuhkan kepada Shin Tae-yong.
Baca Juga: Nurul Arifin Meminta Jangan Ada Akal-akalan Operator Selular Untuk Siasati Putusan MK
Baca Juga: Kabar Baik Pengguna Internet, MK Wajibkan Operator Beri Opsi Kuota Tidak Hangus
Menanggapi polemik tersebut, Shin Tae-yong mengaku tetap fokus menjalankan tugasnya bersama Persija Jakarta.
Pelatih yang menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun pada Juni 2026 itu menegaskan isu tersebut tidak mengganggu konsentrasinya dalam mempersiapkan tim menghadapi musim baru.
Debut resmi Shin Tae-yong bersama Persija berlangsung pada ajang Piala Presiden 2026 saat menghadapi Persebaya Surabaya. Manajemen berharap seluruh pendukung Persija tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi serta terus memberikan dukungan kepada tim agar dapat menjalani persiapan secara maksimal menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 Indonesia.(han/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto