METROPEKALONGAN.COM, Mandalika – Peluang Veda Ega Pratama di MotoGP Mandalika 2026 menjadi salah satu perhatian utama publik Indonesia.
Pembalap Honda Team Asia tersebut akan menjalani balapan kandang pertamanya di kelas Moto3 pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Balapan ini menjadi momentum penting bagi Veda. Selain tampil di depan pendukung sendiri, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut memiliki pengalaman panjang di Mandalika sehingga tidak perlu benar-benar memulai dari nol.
Salah satu modal terbesar Veda adalah rekam jejaknya di Sirkuit Mandalika. Jauh sebelum tampil di Kejuaraan Dunia Moto3, Veda sudah beberapa kali merasakan kerasnya persaingan di lintasan Mandalika. Salah satu momen terbaik terjadi pada Asia Talent Cup 2023.
Pada seri Mandalika 2023, Veda tampil luar biasa dengan memenangkan Race 1 dan Race 2. Kemenangan pada Race 2 bahkan menjadi kemenangan kelimanya secara beruntun di Asia Talent Cup 2023.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa Mandalika bukan trek asing bagi Veda. Ia sudah memiliki pengalaman mengenai racing line, karakter tikungan, pengereman, hingga bagaimana menghadapi kondisi lintasan di kawasan pesisir tersebut.
Baca Juga: Marc Marquez Dibayangi Rekor Buruk di Sirkuit Mandalika, Ini Rekor dan Catatannya Sejak 2022
Pengalaman Veda di Mandalika juga berlanjut pada ajang Asia Road Racing Championship (ARRC). Pada 2024, Veda finis kedua pada Race 2 kelas Supersports 600 bersama Astra Honda Racing Team.
Ia finis di belakang rekan setimnya, Mohammad Adenanta Putra. Dengan demikian, Veda mempunyai catatan penting sebelum akhirnya menjalani debut Moto3 di Mandalika.
Veda sendiri mengakui Mandalika merupakan salah satu sirkuit favoritnya. Ia mengatakan tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada diri sendiri dengan memasang target podium. Fokus utamanya justru menyelesaikan balapan dengan aman dan menghindari kesalahan.
"Saya ada feeling bagus karena saya suka treknya dan kemarin juga sudah sempat latihan. Saya juga ada pengalaman balapan di sana," kata Veda
Debut Moto3 di Mandalika Jadi Momen Spesial Veda
Berbeda dengan pengalaman sebelumnya, Moto3 Mandalika 2026 akan menjadi pengalaman baru bagi Veda karena ia untuk pertama kalinya berlomba di sirkuit tersebut menggunakan motor Moto3 dalam Kejuaraan Dunia.
Veda sebelumnya harus menunggu hingga musim 2026 untuk tampil penuh di Kejuaraan Dunia Moto3. Honda Team Asia secara resmi mengumumkan Veda sebagai salah satu pembalap mereka untuk musim 2026 setelah ia menunjukkan prestasi di jalur Road to MotoGP.
Sebelumnya, Veda merupakan juara Asia Talent Cup 2023, kemudian melanjutkan perjalanan ke Red Bull MotoGP Rookies Cup. Pada 2024 ia finis kedelapan klasemen dan pada 2025 berhasil menjadi runner-up dengan 181 poin. Perjalanan tersebut akhirnya mengantarkannya ke Moto3.
Gaya Balap Veda Ega Pratama
Salah satu kekuatan utama Veda adalah keberaniannya melakukan manuver ketika peluang terbuka.
MotoGP mencatat Veda memiliki insting menyalip yang agresif, salah satunya terlihat ketika ia merebut posisi podium pada lap terakhir Moto3 Brasil. Selain itu, Veda dikenal memiliki kemampuan pengereman yang stabil serta kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap sirkuit baru.
Karakter tersebut sangat cocok dengan Moto3 yang identik dengan pertarungan ketat dalam rombongan.
Veda juga memiliki kemampuan menjaga ritme dalam kondisi balapan yang berubah. Pada Jerez, misalnya, ia mampu bangkit setelah memulai balapan dari posisi ke-17 dan finis di lima besar. Ia juga sempat mencatat top speed 222,2 kilometer per jam.
Namun, agresivitas tersebut tetap harus diimbangi dengan pengendalian risiko. Beberapa hasil DNF pada musim 2026 menunjukkan bahwa Veda masih harus meningkatkan konsistensi dan pengelolaan balapan.
Mandalika Punya Tantangan Khusus bagi Veda
Meskipun menyukai Mandalika, Veda menyadari lintasan tersebut tidak mudah.
Salah satu tantangan terbesar adalah angin. Sirkuit Mandalika berada di kawasan pesisir sehingga arah dan kekuatan angin dapat berubah dan memengaruhi kestabilan motor.
Veda menilai faktor tersebut semakin penting di kelas Moto3 karena motor yang digunakan lebih ringan dan balapan biasanya berlangsung dalam rombongan besar.
Karena itu, selain kemampuan mengerem dan menyalip, Veda harus mampu membaca kondisi angin serta menjaga posisi ketika bertarung dalam grup.
Modal lain datang dari sesi latihan yang dijalani Veda di Mandalika saat jeda musim panas 2026.
Pada 22 Juli 2026, Veda menjalani latihan intensif di Pertamina Mandalika International Circuit. Dalam satu hari latihan, ia tercatat menyelesaikan 90 lap.
Latihan tersebut dimanfaatkan untuk kembali membangun feeling terhadap lintasan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi balapan kandang.
Bagi pembalap Moto3, pengalaman sebanyak itu sangat berharga karena dapat membantu menemukan racing line dan titik pengereman yang tepat. (*)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto