Pekalongan Bidik Turnamen Padel Nasional Berhadiah Rp1 Miliar

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 17:35 WIB
PEMBUKAAN : Owner Grand Keisha Padel Court, H.M. Andy Arslan dan Walikota Aaf saat berfoto Bersama usai pembukaan di kawasan Medono, Kota Pekalongan, Sabtu (10/10/2026).(ist)
PEMBUKAAN : Owner Grand Keisha Padel Court, H.M. Andy Arslan dan Walikota Aaf saat berfoto Bersama usai pembukaan di kawasan Medono, Kota Pekalongan, Sabtu (10/10/2026).(ist)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kota Pekalongan mulai membidik peluang menjadi tuan rumah turnamen padel berskala nasional pada 2027. Tak tanggung-tanggung, total hadiah yang disiapkan dalam rencana ajang tersebut diproyeksikan mencapai Rp500 juta hingga Rp1 miliar.

Ambisi menghadirkan turnamen besar itu bukan semata mengejar gengsi olahraga. Ajang padel nasional diharapkan mampu menjadi magnet baru yang mendatangkan atlet dan komunitas dari berbagai daerah sekaligus menggerakkan roda ekonomi Kota Pekalongan.

Owner Grand Keisha Padel Court, H.M. Andy Arslan Djunaid, menyampaikan rencana tersebut saat pembukaan Grand Keisha Padel Court di kawasan Medono, Kota Pekalongan, Sabtu (10/10/2026).

Andy optimistis olahraga padel memiliki potensi berkembang pesat di Kota Pekalongan. Olahraga tersebut dinilai semakin menarik karena dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia dan menjadi pilihan aktivitas bersama keluarga maupun komunitas.

Baca Juga: Warga Pekalongan Diingatkan Waspada Curat, Curas dan Curanmor

Baca Juga: Viral Pekerja Proyek Ngamuk ke Satpol PP, Ini Faktanya

Menurutnya, apabila turnamen nasional benar-benar digelar, para pemain padel dari berbagai penjuru Indonesia berpeluang datang ke Kota Pekalongan. Kehadiran mereka diharapkan memberikan efek berantai bagi sektor lain di luar arena olahraga.

“Supaya menggemparkan seluruh Indonesia. Kalau itu bisa terjadi, seluruh pemain padel bisa datang ke Kota Pekalongan. Kalau semuanya datang ramai-ramai, kuliner bisa ramai, batik bisa ramai, dan Kota Pekalongan lebih dikenal,” ujarnya.

Grand Keisha Padel Court sendiri mengawali kiprahnya dengan menggelar turnamen yang diikuti 144 peserta. Peserta datang dari sejumlah daerah, mulai Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Jepara hingga Semarang.

Kompetisi tersebut mempertandingkan beberapa kategori, di antaranya beginner, bronze, dan financial institution, dengan nomor pertandingan putra maupun putri. Antusiasme peserta menjadi salah satu gambaran awal bahwa olahraga padel memiliki pasar komunitas yang cukup besar di wilayah tersebut.

Baca Juga: Penumpang Diajak Pilih Kursi Kereta Eksekutif Ternyaman, Ini Caranya

Baca Juga: Tiket Kereta Murah KAI Mulai Rp35 Ribu, Ini Caranya

Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid atau Aaf menyambut positif kehadiran fasilitas olahraga baru yang dibangun melalui dukungan sektor swasta. Menurutnya, pengembangan olahraga akan semakin kuat jika pemerintah, pelaku usaha, KONI dan cabang olahraga dapat berjalan bersama.

“Dengan dibukanya Grand Keisha Padel Court ini, mudah-mudahan semakin menyemarakkan olahraga padel di Kota Pekalongan,” kata Aaf.

Aaf juga berharap rencana turnamen padel tingkat nasional pada 2027 dapat direalisasikan. Jika terwujud, ajang tersebut dinilai bukan hanya membuka ruang bagi atlet lokal untuk unjuk kemampuan, tetapi juga berpotensi membawa nama Kota Pekalongan ke panggung olahraga nasional.

Para peserta dan pendamping yang datang dari luar daerah nantinya juga dapat menjadi pasar baru bagi pelaku UMKM.

Kuliner khas, batik, penginapan hingga berbagai produk lokal berpeluang ikut menikmati dampak dari ramainya kunjungan selama turnamen.

“Selain membuka kesempatan bagi atlet lokal untuk berkembang, ajang ini diharapkan mendatangkan pengunjung, menggerakkan UMKM, serta memperkenalkan kuliner dan batik khas Pekalongan kepada masyarakat yang lebih luas,” pungkasnya.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
padel Kota Pekalongan turnamen padel nasional Grand Keisha Padel Court olahraga Pekalongan padel 2027