Dua Striker Muda Berdarah Indonesia Kirim Sinyal ke Garuda

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Rabu, 4 November 2026 | 14:18 WIB
Dean IJssel de Schepper dan Jael Pawirodihardjo dan (IST)
Dean IJssel de Schepper dan Jael Pawirodihardjo dan (IST)

METROPEKALONGAN.COM, BELANDA – Persaingan memperebutkan tempat di lini depan Timnas Indonesia berpotensi semakin menarik dengan munculnya dua nama diaspora muda, Jaël Pawirodihardjo dan Dean IJssel de Schepper.

Keduanya bukan sekadar memiliki darah Indonesia. Jaël dan Dean juga mempunyai latar belakang pembinaan sepak bola Eropa yang dapat menjadi modal untuk berkembang menjadi penyerang profesional dengan kualitas lebih matang.

Jaël saat ini berusia 20 tahun dan berkompetisi bersama Karmiotissa FC di Siprus. Ia memiliki kemampuan bermain sebagai penyerang tengah maupun pemain sayap.

Baca Juga: Dua Striker Diaspora Siap Bela Timnas Indonesia, Siapa Mereka?

Baca Juga: Setelah 21 Tahun Terpisah, PMI Asal Kota Pekalongan Akhirnya Pulang Kampung

Sebelum hijrah ke Siprus, Jaël mendapatkan pengalaman bersama MVV Maastricht di Belanda. Ia bahkan sempat mencatatkan gol dalam pertandingan melawan FC Eindhoven. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan awalnya di sepak bola senior.

Sementara Dean masih berusia 19 tahun dan mengembangkan kemampuannya bersama De Graafschap U-21. Ia merupakan penyerang tengah yang pernah mendapatkan pendidikan sepak bola di akademi PSV Eindhoven dan AZ Alkmaar.

Menariknya, Dean pernah memperkuat Timnas Belanda U-17. Pengalaman internasional di kelompok usia tersebut menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejaknya sebagai pemain muda.

Dari sisi karakter permainan, Jaël menawarkan fleksibilitas karena dapat ditempatkan sebagai penyerang tengah maupun sayap. Sementara Dean lebih dikenal sebagai pemain yang beroperasi di area ujung tombak.

Kehadiran keduanya berpotensi menambah pilihan penyerang untuk masa depan Timnas Indonesia. Apalagi, regenerasi pemain depan membutuhkan talenta yang tidak hanya memiliki kemampuan individu, tetapi juga pengalaman bermain dan pemahaman taktik.

Baca Juga: Calvin Verdonk Ukir Sejarah, 5 Fakta Unik di Liga Champions

Baca Juga: Calvin Verdonk Makin Konsisten, Jadi Andalan Lille di Eropa

Sinyal ketertarikan terhadap Indonesia juga sudah pernah muncul dari keduanya. Dean mengaku menerima banyak pesan dari suporter yang menginginkan dirinya membela Garuda. Ia juga pernah menyampaikan bahwa belum ada komunikasi resmi dari PSSI ketika diwawancarai media.

Jaël pun pernah menyatakan keterbukaan apabila mendapatkan kesempatan memperkuat Indonesia. Sikap tersebut tentu menjadi informasi menarik bagi publik sepak bola nasional.

Meski begitu, ketertarikan pemain tidak serta-merta membuat proses naturalisasi bisa langsung berjalan. PSSI tetap harus melakukan pendekatan, memeriksa dokumen garis keturunan, memastikan kelayakan FIFA, dan menilai kebutuhan teknis tim.

Bagi John Herdman, keberadaan pemain diaspora muda seperti Jaël dan Dean bisa menjadi bagian dari opsi pemantauan untuk membangun kedalaman skuad.

Namun, pembuktian di lapangan tetap menjadi faktor utama sebelum mereka mendapat kesempatan berseragam Merah Putih.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
naturalisasi PSSI Jael Pawirodihardjo Dean IJssel de Schepper pemain keturunan Indonesia striker Timnas Indonesia