Reno Munz, Bek Kidal Jerman yang Kini Berkarier di Belgia

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 09:39 WIB
Reno Munz (IST)
Reno Munz (IST)

METROPEKALONGAN.COM, Belgia– Lahir di Jakarta, berkembang di akademi sepak bola Jerman, lalu melanjutkan karier ke kasta tertinggi Liga Belgia. Itulah perjalanan Reno Morris Münz, bek muda yang kini memperkuat KVC Westerlo dan mulai menjadi perhatian pencinta sepak bola Indonesia.

Reno memiliki profil yang cukup menarik untuk seorang pemain bertahan. Dengan tinggi sekitar 188 sentimeter dan kaki dominan kiri, ia dapat bermain sebagai bek tengah, bek kiri, bahkan gelandang bertahan. Fleksibilitas tersebut membuatnya memiliki beberapa pilihan peran di lini belakang.

Perjalanan sepak bolanya dimulai bersama akademi SC Fortuna Köln pada 2012. Setelah sekitar satu dekade menjalani pembinaan, ia melanjutkan perkembangan karier di Bayer Leverkusen U-19 pada 2022 hingga 2024.

Baca Juga: Sjors-Lowis Hermsen, Calon Amunisi Baru Timnas Indonesia U-20

Baca Juga: Striker Belanda Berdarah Jakarta Buka Peluang Bela Timnas

Di Leverkusen, Reno mendapatkan pengalaman dalam sistem pembinaan klub elite Jerman. Setelah itu, ia mengambil langkah menuju sepak bola senior dengan bergabung bersama SpVgg Greuther Fürth pada musim panas 2024.

Bersama Greuther Fürth, Reno mencatatkan 48 penampilan di Bundesliga 2 selama dua musim. Pengalaman bermain di kompetisi kasta kedua Jerman tersebut menjadi bekal penting sebelum akhirnya menerima tawaran dari KVC Westerlo.

Pada 1 Juli 2026, Westerlo resmi merekrutnya dengan kontrak hingga 30 Juni 2030. Kepindahan tersebut membuka babak baru bagi Reno untuk bersaing di kompetisi kasta tertinggi Belgia.

Namun, persaingan mendapatkan tempat utama di klub barunya tidak mudah. Pada musim 2026/2027, menit bermain Reno di kompetisi liga masih terbatas.

Berdasarkan catatan pertandingan hingga awal November 2026, ia tampil selama 84 menit dalam satu pertandingan liga dan belum menjadi pilihan reguler.

Baca Juga: Striker Islandia Berdarah Jakarta, Calon Amunisi Baru Timnas Indonesia

Baca Juga: Mitchell Baker Selangkah Lagi Menuju Karier MLS

Ia juga mendapatkan kesempatan bermain penuh selama 90 menit saat Westerlo menghadapi Patro Eisden di Piala Belgia pada 16 Oktober 2026. Dalam pertandingan tersebut, Westerlo menang 2-0 dan Reno ikut membantu tim menjaga gawang tetap tanpa kebobolan.

Di luar perkembangan karier klub, Reno memiliki cerita yang membuat namanya relevan bagi sepak bola Indonesia. Ia lahir di Jakarta pada 2 Oktober 2005, meskipun tumbuh dan menjalani sebagian besar perjalanan sepak bolanya di Eropa. Namanya kini ikut disebut dalam pemberitaan mengenai basis pemantauan pemain potensial PSSI.

Pengalaman di Jerman dan Belgia menjadi modal yang menarik untuk terus dipantau. Namun, peluang membela Timnas Indonesia tetap bergantung pada keputusan pemain serta pemenuhan persyaratan kewarganegaraan dan regulasi FIFA.

Dalam wawancara dengan Goal, Reno pernah menceritakan masa kecilnya setelah meninggalkan Indonesia. “Saya pindah ke Köln saat masuk sekolah dasar, jadi tidak banyak ingatan tentang Indonesia,” ungkap Reno.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Reno Munz bek kelahiran Jakarta KVC Westerlo pemain potensial PSSI Timnas Indonesia