Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pembelajaran Berorientasi HOTS pada Persamaan Garis Lurus melalui Discovery Learning

Tasropi • Jumat, 2 Februari 2024 | 21:15 WIB
Lia Fathina, S.Pd.Si
Lia Fathina, S.Pd.Si

METROPEKALONGAN - Pembelajaran matematika sampai sekarang masih dianggap sulit dan kurang bermakna oleh sebagian besar peserta didik.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa peserta didik diperoleh informasi bahwa peserta didik malas mengikuti pembelajaran yang sering dilakukan guru dengan cara ceramah dan menuntut peserta didik menghafal rumus. 

Selain ceramah, metode yang selalu digunakan guru adalah penugasan atau memberi tugas rumah.

Sebagian peserta didik mengaku jenuh dengan tugas-tugas yang hanya bersifat teoritis. Tinggal menghafal rumus, menyalin dari buku teks atau mencontoh pekerjaan temannya.

Baca Juga: Sanggar Kegiatan Belajar Pekalongan Miliki Gedung Baru, Siswa Diminta Lebih Semangat Belajar

Diimplementasikannya kurikulum 2013 (K-13) membawa konsekuensi guru yang harus semakin berkualitas dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

K-13 mengamanatkan penerapan pendekatan saintifik melalui optimalisasi peran guru salah satunya dalam melaksanakan pembelajaran yang berorientasi HOTS (higher order thinking skills).

Menurut Resnick (1987) dalam Zamroni, dkk. (2018), definisi HOTS (keterampilan berpikir tingkat tinggi) adalah proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan yang melibatkan aktivitas mental yang paling dasar.

Salah satu model pembelajaran yang berorientasi HOTS dan disarankan dalam implementasi K-13 adalah model pembelajaran discovery learning.

Pembelajaran model discovery learning merupakan suatu model pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas peserta didik dalam belajar.

Materi persamaan garis lurus penulis ajarkan di kelas VIII SMP Negeri 3 Tirto pada KD 3.4 yaitu menganalisis fungsi linear (sebagai persamaan garis lurus) dan menginterpretasikan grafiknya yang dihubungkan dengan masalah kontekstual.

Untuk membelajarkan materi ini penulis menggunakan model discovery learning sebagai upaya mewujudkan pembelajaran matematika berorientasi HOTS melalui bantuan LKPD (lembar kegiatan peserta didik).

LKPD ini disusun secara cermat oleh penulis dan bukan berisi tentang soal-soal yang harus dikerjakan peserta didik, melainkan berisi langkah-langkah secara prosedural yang harus dipahami peserta didik agar mereka dapat sampai kepada tahap menyimpulkan/menemukan konsep yang sedang dipelajari.

Langkah-langkah yang dilaksanakan oleh guru pertama kali adalah memberikan rangsangan melalui permasalahan kontekstual dan menganjurkan peserta didik untuk terlebih dahulu membaca buku.

Pada tahap ini peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya dan guru tidak langsung menjawab kebingungan mereka agar timbul keinginan untuk menyelediki sendiri.  

Langkah kedua adalah identifikasi masalah. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk membuat sebanyak mungkin pertanyaan seputar permasalahan yang diberikan guru dan mencoba menjawab sendiri permasalahan mereka untuk sementara.

Langkah ketiga pengumpulan data melalui bantuan LKPD yang sudah dirancang oleh guru. Pada tahap ini, peserta didik mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya melalui membaca buku, mengamati objek, dan melakukan uji coba sendiri. 

Langkah keempat pengolahan data menggunakan informasi yang sudah peserta didik peroleh pada tahap sebelumnya.

Langkah kelima pembuktian melalui kegiatan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya jawaban sementara yang tadi telah dibuat atas pertanyaan atau permasalahan yang diberikan dihubungkan dengan hasil pengolahan data.

Langkah terakhir menarik simpulan sehingga diperoleh prinsip-prinsip umum yang berlaku untuk semua permasalahan yang sama.

Melalui penerapan discovery learning pada persamaan garis lurus penulis menyimpulkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang berorientasi HOTS.

Peserta didik juga mengalami proses berfikir kompleks dalam menguraikan permasalahan,  menganalisis secara logis, membangun hubungan antarinformasi yang diperoleh serta membuat simpulan.  Sehingga terdorong kemampuan berpikir kritisnya dalam mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. (bp2/lis)

 

Oleh: Lia Fathina, S.Pd.Si 

Guru Matematika SMP Negeri 3 Tirto, Kabupaten Pekalongan

Editor : Tasropi
#pembelajaran matematika #Lia Fathina #Discovery Learning #SMP Negeri 3 Tirto #hots #MODEL PEMBELAJARAN #guru matematika