METROPEKALONGAN.COM– Dunia fotografi microstock terus berkembang, termasuk platform Shutterstock yang kini menyediakan peluang baru bagi para fotografer melalui program Data Licensing.
Program ini ternyata memberikan kesempatan bagi foto atau konten kreatif lainnya untuk digunakan di luar pasar reguler mereka.
Dikuti dari akun Instagram dan Youtube Onyengradar menjelaskan bagaimana fotografer dapat memanfaatkan fitur ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Apa itu Data Licensing, di Shutterstock mengacu pada pemanfaatan konten yang diunggah oleh para kontributor ke dalam katalog data perusahaan.
Berbeda dengan pasar reguler, di mana foto ditampilkan langsung kepada pengguna di situs web atau aplikasi, katalog data digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti penelitian, analisis, pengembangan produk, atau kerja sama dengan mitra bisnis.
Konten yang masuk ke kategori Data Licensing sering kali terdiri dari foto yang tidak memenuhi standar teknis kurasi untuk pasar reguler (misalnya, foto dengan noise atau out of focus).
Namun, Shutterstock tetap mengakomodasi konten ini dalam katalog data mereka untuk keperluan yang lebih luas.
Keuntungan Data Licensing bagi Fotografer, yang mana program ini memungkinkan fotografer mendapatkan penghasilan tambahan melalui Contributor Fund, yaitu pendapatan yang diperoleh saat konten dalam katalog data digunakan oleh mitra Shutterstock.
Nilai pendapatan ini tidak terukur secara pasti, tetapi beberapa fotografer melaporkan menerima pendapatan signifikan setelah konten mereka digunakan dalam program ini.
Menurut Onyengradar, foto atau video yang masuk ke katalog data tetap memiliki potensi besar untuk memberikan penghasilan.
Meskipun foto tersebut dianggap "tidak layak" untuk pasar reguler, kualitasnya masih dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri seperti makanan dan minuman (F&B), pariwisata, perjalanan, hingga pakaian.
Shutterstock kini memiliki dua jenis pasar, yang mana untuk Pasar Reguler: Foto yang lolos kurasi akan tersedia di portofolio kontributor dan ditampilkan untuk pembelian langsung oleh pengguna.
Data Licensing: Foto yang tidak lolos kurasi teknis namun tetap memiliki nilai visual akan masuk ke kategori ini.
Meskipun tidak terlihat di portofolio publik, foto tetap dapat digunakan untuk kebutuhan mitra bisnis Shutterstock.
Bagaimana Cara Memeriksa Status Foto? Kontributor dapat memeriksa apakah foto yang diunggah masuk ke pasar reguler atau Data Licensing melalui situs web Contributor Shutterstock. Foto yang telah disetujui dan masuk ke katalog data akan memberikan peluang tambahan untuk mendapatkan pendapatan melalui program Contributor Fund.
Dengan adanya Data Licensing, fotografer di Shutterstock kini memiliki peluang lebih besar untuk memonetisasi konten mereka, termasuk konten yang sebelumnya dianggap tidak memenuhi syarat pasar reguler. Fitur ini membuka peluang baru bagi kreator untuk tetap mendapatkan penghasilan dari foto mereka, bahkan dalam konteks yang tidak terlihat secara langsung oleh publik.
Bagi fotografer, semakin banyak koleksi yang masuk ke katalog data, semakin besar peluang mendapatkan Contributor Fund dari penggunaan konten tersebut. Jadi, jangan ragu untuk terus mengunggah karya Anda ke Shutterstock dan memanfaatkan semua peluang yang ada. (han)
Editor : Ida Nor Layla