Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Breakwater Hingga Restoran Terapung Akan Menghiasi Pantai Pekalongan

Lutfi Hanafi • Jumat, 1 Desember 2023 | 07:07 WIB
SIMBOLIS - Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid dan tamu undangan saat peletakan batu pertama di Kawasan PIM Kota Pekalongan, Kamis (30/11/2023).
SIMBOLIS - Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid dan tamu undangan saat peletakan batu pertama di Kawasan PIM Kota Pekalongan, Kamis (30/11/2023).

 

PEKALONGAN, METROPEKALONGAN.COM -Infrastruktur pesisir Kota Pekalongan bakal menjadi destinasi wisata baru. Melalui Program Adaptation Fund dari Kemitraan Indonesia bakal memberikan bantuan pembangunan breakwater (pemecah gelombang) dan bangunan penunjang ekowisata berupa restoran terapung hingga fasilitas lain. Tepatnya di Pusat Informasi Mangrove (PIM), Kecamatan Pekalongan Utara.

“Kami bersyukur mendapatkan kepedulian pihak luar dalam penanganan dampak perubahan iklim,” kata Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid di Kawasan PIM Kota Pekalongan Kamis (30/11/2023).

Kota Pekalongan merupakan satu dari sekian wilayah pesisir di Indonesia yang merasakan dampak perubahan iklim dan bersifat multisektor. Bahkan Jawa Tengah tergolong wilayah yang mengalami perubahan iklim paling parah.

“Pihak luar Kota Pekalongan memiliki rasa kepedulian tinggi memikirkan penanganan masalah dan ikut andil memfasilitasi program pembangunan di Kota Pekalongan. Oleh karena itu, masyarakat Kota Pekalongan harus aware dan peduli terhadap wilayahnya,” harap wali kota.

Pembangunan infrastruktur yang akan dibangun berupa breakwater sebanyak 2 unit berukuran panjang 150 meter, lebar 19 meter dengan ketinggian 3 meter. Bangunan ini dilakukan untuk penguatan ekosistem mangrove dalam upaya mendukung pengembangan ekowisata di kawasan PIM Kota Pekalongan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Kemitraan Indonesia Laode M Syarif menjelaskan, dengan adanya breakwater di wilayah pesisir, pohon mangrove akan tumbuh subur Kembali.

“Dengan adanya breakwater ini, sebagian sedimen yang dibawa ombak bisa tertahan. Selain itu, mengurangi gelombang air laut sehingga mangrove bisa tetap bertahan," ungkap Laode.

Jika upaya ini berhasil, akan ditambah penanaman mangrove baru. Pembangunan breakwater tersebut ditargetkan selesai Juli 2024. Selain itu, akan memfasilitasi peningkatan pembaharuan maupun rehabilitasi MCK bagi warga Kota Pekalongan.

“Kami berupaya memfasilitasi program dari sektor perikanan dan pertanian untuk membantu perekonomian warga sekitar di sejumlah kelurahan di Kota Pekalongan. Di antaranya di Kelurahan Kandang Panjang dan Bandengan. Kami sudah memulai program penanaman sayuran dan mengembangkan kawasan ekowisata PIM, seperti restoran apung hingga wisata lainnya,” tutupnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#banjir #rob #pekalongan #perubahan iklim