BATANG, METROPEKALONGAN.COM - Gerakan menyengkuyung juga dilakukan dalam program pengentasan stunting. Berbagai pihak digandeng untuk ikut menekan angka stunting di Kabupaten Batang. Mulai dari Forkopimda, perusahaan, hingga organisasi keagamaan.
Berbagai langkah dilakukan, mulai gerakan penimbangan bayi, pemberian makanan tambahan, Bantuan Jamban, cakupan BPJS, juga bapak asuh anak stunting dan lain sebagainya. Gerakan penimbangan 57 ribu bayi pada Februari 2023 serentak.
"Kegiatan ini merupakan salah satu langkah menurunkan angka stunting. Tolak ukur dengan melakukan metode pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat melalui elektronik dari 57.982 jumlah balita dengan hasil mengalami penurunan setiap bulannya,” ujar Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki.
Tercatat, akhir tahun 2021 angka stunting di Kabupaten Batang sebesar 14,7 persen dan pada akhir tahun 2022 mengalami penurunan angka menjadi 11,3 persen. Penimbangan serentak ini juga sebagai validasi data.
Selanjutnya, ada inovasi yang cukup gencar dilakukan. Yaitu bapak asuh anak stunting. Berbagai perusahaan di Kabupaten Batang menjadi bapak asuh.
Mereka membantu lokus stunting di berbagai kecamatan melalui CSR. Memberikan bantuan makanan tambahan, peralatan kesehatan, hingga pendampingan posyandu.
Langkah lain untuk pengentasan stunting adalah dengan mencapai target 100 persen Open Defecation Free (ODF) 100 persen pada 31 Agustus 2023 lalu.
Target Batang bebas buang air sembarangan (BABS) ini lebih cepat dari target yang ditentukan Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki. Semula, Pemda menragetkan selesai di bulan September 2023.
Sedangkan predikat Universal Health Coverage (UHC) berhasil diraih Kabupaten Batang pada bulan November 2023. Total 95,48 persen warga Batang sudah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Atau 791.152 jiwa dari total penduduk sebanyak 828.576 jiwa. Berkat predikat tersebut, Kabupaten Batang kini memperoleh keistimewaan.
Warga Batang bisa langsung menggunakan BPJS walaupun baru mendaftar. Tidak perlu menunggu 14 hari masa aktivasi. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla