Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid Selesaikan PR hingga Akhir Masa Jabatan 2024

Lutfi Hanafi • Jumat, 29 Desember 2023 | 18:20 WIB
RADARSEMARANG AWARD : Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat menerima penghargaan Radar Semarang Award di Kota Semarang pada September 2023 lalu.
RADARSEMARANG AWARD : Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat menerima penghargaan Radar Semarang Award di Kota Semarang pada September 2023 lalu.

PEKALONGAN, METROPEKALONGAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan meraih segudang prestasi selama tahun 2023, baik tingkat lokal provinsi hingga tingkat nasional. Kendati begitu, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di masa akhir jabatan tahun 2024 mendatang.

“Alhamdulilah, kerja keras kami selama 2023 berbuah manis dengan deretan penghargaan berbasis kinerja. Mudah-mudahan memberikan semangat kami dalam bekerja,” kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Rabu (27/12/2023).

Kendati begitu ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan tahun depan. Seperti penanganan banjir dan rob di Kecamatan Barat dan Selatan, penataan Alun-Alun Pekalongan, kolam renang, sport center, Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), Pelabuhan Onshore, hingga penanganan sampah dan limbah.

“Untuk Alun-Alun Kota Pekalongan, kami pastikan 2024 mendatang selesai. Seluruh area bisa dinikmati warga,” serunya.

Wali kota bersyukur, terkait penangan banjir dan rob di Pekalongan Utara dan Pekalongan Timur sudah mulai terasa. Wilayah yang semula langganan banjir, kini kering dan aman dari rob.

Selain itu, pembangunan rumah pompa di beberapa titik di Pekalongan Utara dan Barat, juga memudahkan aliran air. Meski terjadi banjir saat musim penghujan, namun wilayah tersebut sudah cepat surut.

Pembangunan Pasar Banjarsari, yang dinantikan ratusan pedagang di Kota Pekalongan, pencapaiannya cukup positif. Sejak terbakar tahun 2018 silam, akhirnya bisa dibangun oleh pemerintah pusat.

Selain itu, Pemkot Pekalongan juga telah berhasil menyelesaikan kasus dengan penyewa lama. Bahkan berhasil melobi langsung Presiden RI Joko Widodo untuk revitalisasi pasar tersebut dan berhasil.

“Alhamdulillah, semoga Pasar Banjarsari pada pertengahan tahun 2024 ini bisa dibuka untuk pedagang,” harap wali kota.

Proyek pembangunan lainnya yang terbangun di Kota Pekalongan adalah pembangunan dua monumen besar di Kompleks Stadion Hoegeng. Pertama, Monumen Perjuangan yang diinisiasi Habib Muhammad Luthfi bin Yahya serta Monumen Jendral Hoegeng yang diinisiasi oleh Polda Jateng.

“Kota Pekalongan tahun ini mendapatkan berkah dengan terbangunnya dua monumen besar tersebut. Apalagi pembangunannya ini non APBD dan bisa menjadi daya tarik bagi para pendatang dari luar Kota Pekalongan,” jelasnya.

Terkait masih banyaknya PR di Kota Pekalongan, pihaknya akan terus menjalin komunikasi, baik dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng hingga pemerintah pusat. Karena sebagian besar proyek tersebut, tidak bisa dikerjakan dengan APBD Kota Pekalongan sendiri, tapi melibatkan kementerian dan wilayah lain.

Wali kota yang akrab disapa Mas Aaf  ini akan mengakhiri masa jabatannya  pada tahun 2024. Meski begitu, dia berharap siapapun penerusnya bisa melanjutkan program-program strategis yang sudah dibuat selama ini.

“Program pembangunan selama pemerintahan periode saya menggunakan sistem jangka panjang. Makanya saya berharap, pemerintah selanjutnya tetap melanjutkan program-program tersebut,” serunya.

Wali kota juga berharap kepada masyarakat untuk menjaga kondisivitas Kota Pekalongan pada Pemilu 2024. Terutama dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwalkot) pada akhir tahun 2024. Boleh berbeda pilihan, namun Kota Pekalongan tetep aman dan kondusif.

“Caranya dengan merangkul tokoh masyarakat hingga tokoh agama supaya wilayah Kota Pekalongan tetep adem ayem. Apalagi Kota Pekalongan sudah dikenal sebagai wilayah yang kondusif, semoga ini akan tetap terjaga pada tahun politik besok,” tandasnya.

Sementara itu, beberapa penghargaan Pemkot Pekalongan selama tahun 2023 meliputi, Kota Layak Anak tingkat Madya dari Kemensos, WTP 8 kali berturut- turut dari BPK RI, Anugerah Merdeka Belajar “Pencegahan 3 Dosa Besar Pendidikan”, penghargaan dari Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI sebagai Best Practice Pengelolaan Keuangan BLUD Berbasis Sistem Informasi Terintegrasi, Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2023, Wali Kota Pekalongan dan Ketua TP PKK Kota Pekalongan meraih penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN, Bunda PAUD Kota Pekalongan meraih Wiyata Dharma Madya, Top 5 "Indeks Implementasi Ber-AKHLAK” Kemenpan RB, Top 5 nilai "Kompeten" dari Menpan RB, Top 10 nilai "Berorientasi Pelayanan" oleh Kementerian PAN RB, Badan Publik Informatif KIP Jawa tengah 2023, peringkat 4 terbaik nasional Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik dari Ombudsman, Anugerah Meritokrasi Predikat Sangat Baik dari KASN tahun 2023, dan Anugerah Parahita Ekapraya Tahun 2023 Kategori Nindya Kemenppa RI. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid #banjir rob pekalongan #Radar Semarang Award