METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Kampung Bugisan, Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, mulai ditata ulang Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.
Selama ini, kampung kumuh yang berada di bantaran Sungai Loji selalu terendam rob sepanjang waktu.
“Penataan kawasan kumuh Bugisan ini selaras dengan program penanganan banjir rob Kota Pekalongan,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan Andrianto Jumat 2 Agustus 2024.
Sejauh ini proses penataan fisik Kampung Bugisan, sebut Andrianto, rata-rata sudah 8 persen.
Penataan tersebut dimulai 19 Juni hingga 10 Desember 2024 atau selama masa pekerjaan 180 hari kalender.
Sebelumnya, Kampung Bugisan menjadi lokasi sasaran program Konsolidasi Tanah dari Kementerian Agraria dan Tata ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang juga berkolaborasi dengan Dinperkim Kota Pekalongan.
Wilayah Bugisan yang sudah terendam banjir dan rob selama 8 tahunan itu menyebabkan banyak rumah warga rapuh dan rusak.
Karena itulah, belasan warga Kampung Bugisan yang masuk kategori Warga Terdampak Proyek (WTP) diberikan lahan baru untuk tempat tinggal. Yakni di wilayah Klego, Kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Timur.
“Program ini menjadi langkah awal dalam penataan wilayah tersebut sebelum menyentuh Program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku,” tandasnya.
Program tersebut diperkuat dengan program penanggulangan banjir dan rob yang dilakukan Pemkot Pekalongan, dengan membangun tanggul dan talud. Kini, air sungai sudah tidak bisa masuk lagi ke permukiman warga.
Meski begitu, imbuhnya, ke depan masih perlu penataan sistem drainase.
Sebab untuk kebutuhan air bersih di wilayah tersebut, perlu peremajaan.
Terutama sanitase, akses jalan, dan pipa-pipa air bersih yang sudah tidak layak. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla