METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Ratusan warga Desa Wuled kembali menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat 18 Oktober 2024.
Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga karena Kepala Desa Wuled, Wasduki Djazuli, yang diduga terlibat kasus korupsi Dana Desa. Namun belum juga dicopot dari jabatannya.
Warga datang berbondong-bondong dengan mengendarai sepeda motor dan kendaraan bak terbuka. membentangkan spanduk protes, serta membawa replika keranda mayat dengan tulisan "demokrasi mati."
Mereka juga menggelar orasi di halaman kantor kecamatan, sebelum akhirnya diterima untuk berdialog di ruang aula setempat.
Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari puluhan anggota Polres Pekalongan Kota.
Warga menuding Camat Tirto, Siswanto, terkesan melindungi Kades Wasduki karena tidak menunjukkan dukungan atas desakan warga untuk memberhentikan kades yang dianggap arogan selama masa kepemimpinannya.
Tuduhan ini semakin menguat setelah muncul informasi bahwa Siswanto dan Wasduki pernah bertemu dan berbincang secara sembunyi-sembunyi.
Dalam aksi demo tersebut, warga berharap Camat Tirto bisa mendatangkan Kades Wasduki untuk bertemu dan berdialog langsung dengan massa.
Namun, kata Siswanto, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memaksa kehadiran Wasduki di pertemuan tersebut.
"Saya menghubungi langsung di hadapan kalian agar semua bisa mendengar jawaban dari Wasduki," ujar Siswanto saat berdialog dengan perwakilan massa.
Melalui panggilan telepon yang diperdengarkan lewat loudspeaker, Siswanto berusaha memberikan kesempatan kepada Wasduki untuk menjelaskan ketidakhadirannya.
Dalam dialognya dengan warga, Camat Tirto menegaskan, pemecatan kades hanya bisa dilakukan apabila ada bukti dan keputusan hukum yang menyatakan Wasduki bersalah atas dugaan korupsi yang dilaporkan warga.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan oleh Inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekalongan.
"Belum ada keputusan yang bersangkutan bersalah atau tidak. Jadi, saya tidak berwenang untuk memecatnya," jelas Siswanto.
Sementara itu, melalui sambungan telepon, Kades Wasduki menyatakan, ia telah memberikan keterangan saat diperiksa oleh Inspektorat dan Kejaksaan.
Menurutnya, ketidakhadirannya di Kantor Kecamatan Tirto kali ini adalah demi menjaga ketenangan di tengah masyarakat Wuled.
"Saya sudah pernah menemui warga saat demo pertama di Balai Desa Wuled. Sekarang, saya sedang menunggu proses hukum selesai," kata Wasduki.
Aksi demo ini menandai kali kesekian warga Wuled menuntut kejelasan atas dugaan korupsi yang melibatkan kepala desa mereka.
Warga berharap ada langkah konkret dan cepat dari pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah ini, sehingga tidak menimbulkan keresahan yang berlarut-larut di masyarakat. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla