METROPEKALONGAN.COM, Batang – Bupati Batang, Faiz Kurniawan, resmi meluncurkan program Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bantuan pangan tahun 2025 di Pendopo Kabupaten Batang pada Senin 21 Juli 2025.
Namun, yang menjadi sorotan tahun ini adalah penurunan jumlah penerima bantuan secara signifikan, yakni turun 28 persen dibandingkan tahun lalu.
Jika pada tahun 2024 jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) masih lebih dari 82 ribu kepala keluarga (KK), maka tahun ini jumlahnya hanya 59.671 KK. Apakah tingkat kemiskinan menurun?
"Terjadi penurunan bantuan. Nanti kami cek. Apakah penurunan ini karena berkurangnya tingkat kemiskinan? Jika iya, artinya kabar membahagiakan bagi kita. Berarti tingkat kemiskinan semakin sedikit, atau memang ada faktor yang lain," kata Bupati Faiz dalam wawancara usai peluncuran.
Distribusi bantuan beras ini, katanya, sebanyak 20 kg per KK. Bantuan ini untuk alokasi Juni dan Juli 2025. Jadwalnya akan dilakukan satu kali penyaluran. Berarti masing-masing KK menerima dua alokasi sekaligus.
“Proses distribusi dilakukan oleh Perum Bulog dengan transporter JPL dan didampingi oleh Satgas Pangan serta Babinsa di tiap wilayah,” katanya.
Adapun rincian jumlah penerima per kecamatan di antaranya, Kecamatan Bandar sebanyak 7.315 KK, Banyuputih 1.953 KK, Batang 3.053 KK, Bawang 6.274 KK, Blado 6.966 KK, Gringsing 3.562 KK, Kandeman 3.608 KK, Limpung 2.881 KK, Pecalungan 2.635 KK, Reban 5.611 KK, Subah 4.170 KK, Tersono 4.014 KK, Tulis 3.527 KK, Warungasem 1.528 KK, dan Wonotunggal 2.574 KK.
Sebelumnya, rapat koordinasi dan sosialisasi penyaluran CBP telah digelar pada 17 Juli 2025 secara daring dan luring.
Acara tersebut diikuti oleh 15 kecamatan dan melibatkan berbagai unsur seperti Bulog, Satgas Pangan, Kodim, Dinas Sosial, serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Batang, dan dipimpin langsung oleh Asisten II Pembangunan Ekonomi serta Sekda Kabupaten Batang.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Batang, Sutadi Rono Adipuro, menyampaikan, sistem penyaluran tahun ini telah mengalami pembaruan.
Penerima tidak lagi tercatat dalam bentuk excel atau manual, melainkan terintegrasi langsung dalam sistem aplikasi Bulog. Masing-masing penerima akan menerima undangan sehari sebelum distribusi dilakukan.
Sementara itu, efektivitas dan validitas data penerima bantuan juga menjadi fokus penting, seiring dengan digitalisasi penyaluran dan kemungkinan pemutakhiran data penerima program.
Program CBP sendiri merupakan bagian dari stimulus ekonomi nasional yang dicanangkan Presiden RI pada 2 Juli 2025 lalu. Dengan tujuan menjaga daya beli masyarakat serta menekan dampak inflasi bahan pokok.
“Jika memang penurunan angka penerima bantuan ini merupakan cerminan dari penurunan angka kemiskinan, maka hal ini tentu menjadi pencapaian penting bagi Pemerintah Kabupaten Batang,” katanya.
Namun, imbuhnya, transparansi data dan evaluasi menyeluruh tetap dibutuhkan agar bantuan tepat sasaran dan program benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan. (chilyatulashfiya/ida)
Editor : Ida Nor Layla