METROPEKALONGAN.COM, Batang — Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menegaskan komitmen pemerintah mendampingi pelaku usaha lokal melalui pelatihan dan kemitraan ritel.
Dengan harapan, produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Batang siap masuk minimarket dan pasar ekspor.
Hal itu disampaikan saat membuka pelatihan peningkatan mutu produk UMKM di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat 25 Juli 2025.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Batang M Faiz Kurniawan, Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Dr Suharnomo, jajaran pemerintah daerah, serta ratusan pelaku UMKM dari berbagai kecamatan.
Menurut Mendag, pemerintah ingin produk lokal tidak hanya bertahan di pasar tradisional, tetapi juga mampu bersaing di pasar modern.
Ia menyebutkan, pelatihan seperti ini penting untuk mengangkat kualitas produk, kemasan, dan akses pasar.
Ia menyampaikan, hingga Juni 2025, pemerintah telah memfasilitasi 609 UMKM secara nasional melalui business matching, dengan total transaksi mencapai USD 87,04 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun.
Rektor Undip menyampaikan, penguatan UMKM tidak bisa dipisahkan dari penguatan sektor pertanian sebagai hulu.
Ia menyatakan, Undip siap mendampingi petani dan pelaku usaha di Batang melalui riset pertanian, pengolahan pasca panen, serta inovasi berbasis desa.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengapresiasi sinergi yang dibangun. Ia menyebutkan, saat ini pertumbuhan ekonomi Batang telah mencapai 6,7 persen, melebihi rata-rata Provinsi Jawa Tengah (Jateng), berkat pengembangan sektor industri dan ekonomi kerakyatan.
“Kolaborasi pusat, daerah, akademisi, dan pelaku usaha menjadi kekuatan besar bagi kemajuan ekonomi Batang,” kata Faiz.
Pelatihan yang digelar mencakup pengemasan, standardisasi produk, pemasaran digital, hingga strategi menembus jaringan ritel modern.
Sejumlah produk unggulan lokal seperti kopi robusta Blado, keripik mocaf, sabun herbal, dan batik pesisir juga dipamerkan dalam acara tersebut.
Program ini sekaligus menandai kerja sama strategis antara Pemkab Batang dan jaringan ritel modern seperti Indomaret.
Pemerintah juga menekankan pentingnya digitalisasi UMKM agar mampu bertahan dalam model perdagangan hybrid (offline dan online), serta tidak kalah bersaing dengan produk impor. (chilyatulashfiya/ida)
Editor : Ida Nor Layla