BATANG, MetroPekalongan.com - Kabupaten Batang punya desa wisata baru yang namanya melejit di tingkat nasional. Namanya Desa Wisata Besani, Kecamatan Blado.
Terbentuk tahun 2022, desa itu langsung dianugerahi Juara Harapan Kategori Kelembagaan Desa Wisata dan CHSE Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Konsep wisata ini mungkin belum familiar di Kabupaten Batang. Mengusung tagline, Gerbang Akulturasi Jawa-Cina, Desa Besani menonjolkan sisi edukasi.
Para pengunjung bisa belajar membuat teh, yang dianggap sebagai simbol akulturasi budaya Jawa-Cina.
Untuk berwisata di Desa Besani harus menghubungi pengelola terlebih dahulu. Memesan paket wisata yang akan dipilih.
Pengelola sendiri mengatakan jika saat ini Desa Wisata Besani baru dibuka untuk kelompok wisata saja.
Minimal 30 orang. Ada berbagai pilihan paket wisata harganya mulai Rp 150 ribu.
Seperti paket edukasi teh, bahasa mandarin, membuat opak, kelas tarian tradisional, dan lainnya.
Pengunjung bisa menikmati suasana alam perkebunan teh yang berada di dataran tinggi.
Ketua Pengelola Desa Wisata Besani, Nita Setyawati menjelaskan gambaran akulturasi disimbolkan dengan kebun teh. Sejarahnya panjang, awal mula kebun teh itu dari Cina.
Di mata dunia internasional, teh juga dianggap sebagai hal yang sangat berharga. Sehingga kebudayaan teh sudah berakulturasi dengan budaya Indonesia.
Para pengunjung bisa belajar memilih daun teh, memetiknya, mengeringkan, hingga menyeduhnya. Wisata alam itu dipadukan dengan wisata edukasi desa Mandarin.
Wisatawan belajar bahasa Mandarin melalui hal-hal yang menyenangkan. Belajar sambil bernyanyi. Pembelajaran dimulai dari anak-anak.
"Kita juga ada tarian teh untuk menyambut tamu," ucapnya.
Para pengunjung juga bisa belajar mengolah opak, kelas budaya, dan lainnya. Sedangkan untuk penginapan, pengelola juga telah bekerjasama dengan Pagilaran.
"Kita tidak berkompetisi, harapannya Besani bisa menjadi gerbang bisa berkolaborasi dengan semuanya," terangnya. (yan)
Editor : Agus AP