METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Anak-anak putus sekolah yang memang kurang memiliki motivasi dalam belajar, kini bisa belajar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan. Hal ini karena fasilitas yang disediakan mengusung konsep ramah belajar, namun tetap lebih santai dan nyaman.
“Dengan konsep yang sangat berbeda ini, siswa dapat terpacu untuk berangkat ke sekolah dan mencintai sekolah. Karena suasana belajar yang menyenangkan, mereka tentu mau belajar dengan baik,” kata Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan Sherly Imanda Hidayah Minggu (28/1/2024).
Kehadiran gedung SKB Kota Pekalongan Jalan HOS Cokroaminoto nomor 456 Pekalongan Selatan, dinilai membawa berkah. Tidak hanya bagi siswa, gedung baru tersebut juga ramah bagi kalangan disabilitas.
“Ini menjadi harapan baik bagi 139 warga yang belajar. Selain itu, bisa turut menanggulangi anak-anak putus sekolah dan mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) di Kota Pekalongan,” harapnya.
Gedung SKB tersebut memiliki 3 ruang kelas, yakni kelas A, B, C, serta satu ruang laboratorium komputer. Pengaturan ruang kelas didesain sesantai mungkin, tidak seperti ruang kelas pada sekolah formal.
Disediakan sofa melingkar, meja dan kursi melingkar yang memungkinkan anak-anak belajar dan berdiskusi memecahkan permasalahan bersama atau saling sharing dengan nyaman.
Anak berkebutuhan khusus, juga ditampung di SKB Kota Pekalongan ini. Di setiap kelas tersedia kursi dan meja yang tidak lagi bersudut lancip. Dilengkapi dengan alas rumput sintetis untuk merespon sensorik warga belajar inklusi.
“Konsep belajar di sini benar-benar sangat merdeka. Kami berharap para pendidik memahami cara belajar anak-anak yang berbeda,” serunya semangat.
Ia berharap keberadaan SKB bisa mendorong Program Tuntas Dinas Pendidikan yakni totalitas upaya nyata tuntaskan anak putus sekolah
Dengan harapan sesuai target awal, SKB bisa menjadi percontohan bagi lembaga pendidikan lain. Khususnya pendidikan non formal di Kota Pekalongan. Dengan contoh, ketersediaan sekolah yang ramah dan memerdekakan siswanya. “Dengan konsep ini, siswa bisa bersekolah sampai tingkat SMA,” tuturnya.
Ke depan, SKB Kota Pekalongan akan bekerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Bappeda, DPMPPA, kelurahan, kecamatan, maupun OPD lainnya. Tujuannya untuk berkolaborasi mengembalikan anak putus sekolah baik ke sekolah formal maupun sekolah non formal. “Semoga anak putus sekolah di Kota Pekalongan bisa kembali bersekolah di SKB,” harapnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla