METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Para guru di Kota Pekalongan yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kompak patungan membangun gedung sekretariat sendiri.
Gedung yang nantinya berlantai dua ini, dibangun di bekas kantor lama, di Jalan Setia Bakti Medono, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.
Turut hadir dalam peletakan batu pertama, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekalongan Zainul Hakim, Wakil Ketua PGRI Jateng Sakbani, Ketua PGRI Kota Pekalongan Mabruri, Kepala Kemenag Kota Pekalongan, Pengurus PGRI Kota Pekalongan, dan perwakilan anggota.
“Mudah-mudahan gedung baru bisa memberikan semangat kepada PGRI agar kinerjanya semakin meningkat,” kata wali kota, Senin 10 Juni 2024.
Baca Juga: 8 Ribu Guru di Kabupaten Batang Didisiplinkan Dinas Pendidikan, Ada Apa?
Dengan meningkatkan kinerja, tentu dapat menunjang tingkat pendidikan di Kota Pekalongan. Sebab, sebut saja wali kota, masih banyak PR untuk anak didik di Kota Pekalongan.
Selain itu, wali kota berharap bisa terus bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mempersiapkan Generasi Emas Kota Pekalongan di tahun 2045.
“Saya salut, dengan bantuan pribadi. Karena tanpa pemerintah, PGRI secara bertahap mulai membangun gedungnya sendiri dengan swadaya dari anggotanya,” kata wali kota.
Karena itulah Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan akan mengapresiasinya ke depannya melalui Dindik Kota Pekalongan. Tentunya tetap akan berkoordinasi dalam memberikan bantuan.
Baca Juga: Pengurus ABKIN Cabang Batang Dilantik, Bertekad Tingkatkan Kapasitas Guru BK
Wakil Ketua PGRI Jateng Sakbani menambahkan, gedung PGRI Kota Pekalongan ini merupakan hasil dari mimpi panjang pengurus dan anggota PGRI Kota Pekalongan.
“Alhamdulillah mulai terwujud, semoga ini memudahkan pelayanan bagi seluruh anggota,” serunya semangat.
Ketua PGRI Kota Pekalongan Mabruri menjelaskan, dalam pembangunan ini, mencakup penggunaan aturan, pengadaan barang dan jasa, serta harus sesuai dengan aturan proyek pembangunan milik pemerintah.
“Harapannya kami nyaman dan aman terkait aturan di luar teknis yang kami tidak mengerti,” ucapnya.
Terkait total kebutuhan dana untuk pembangunan kantor tersebut, kurang lebih Rp 1,7 Milyar.
Namun kali ini baru tahap pertama, baru menggelontorkan dana sebesar Rp 871 juta. Baru untuk lantai pertama. Lantai 2 akan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
“Sumber dana murni dari patungan anggota PGRI. Kami belum meminta dana dari Pemkot Pekalongan, karena kami paham kebutuhan dananya sangat tinggi untuk infrastruktur,” tandasnya.(han/ida)
Editor : Ida Nor Layla