METROPEKALONGAN.COM, Batang – Ekstrakurikuler jurnalistik SMAN 1 Gringsing membuat gebrakan di penghujung tahun 2024 dengan menggelar pelatihan intensif pada Kamis 19 Desember 2024.
Kegiatan ini sukses menarik minat para siswa untuk mendalami dunia jurnalistik lebih dalam, hingga melebihi kuota yang ditetapkan.
Ketua panitia, Sekar menjelaskan, dari kuota awal 25 siswa yang aktif di ekstrakurikuler jurnalistik, jumlah peserta membeludak hingga 40 siswa.
"Karena keterbatasan tempat dan waktu, akhirnya kami membatasi 40 orang siswa saja," ungkap Sekar.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Gringsing, Wachid Mucharom, yang mengapresiasi inisiatif dari ekstrakurikuler jurnalistik.
"Tahun depan, diadakan lagi pelatihan seperti ini dengan skala yang lebih besar," tegasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Isnen Ambar Santosa dari Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Batang.
Sebagai narasumber utama, Lutfi Hanafi dari Jawa Pos Metro Pekalongan membawakan materi seputar jurnalistik profesional, mencakup teknik fotografi, wawancara, penulisan artikel, hingga pembuatan video.
"Selalu belajar dan pahami apa itu jurnalistik beserta aturan-aturannya," pesan Lutfi Hanafi kepada para peserta.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan mencairkan suasana. Salah satu momen lucu terjadi saat seorang siswa bertanya, "Mengapa jurnalis sering berpenampilan nyentrik?" yang mengundang gelak tawa dari seluruh peserta.
Bilqis, salah satu peserta yang bercita-cita menjadi jurnalis profesional, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan ini.
"Kami mendapat banyak ilmu yang akan menjadi bekal untuk masa depan," tuturnya.
Ekstrakurikuler jurnalistik SMAN 1 Gringsing menjadi satu-satunya program mandiri di Kabupaten Batang.
Pembina jurnalistik, Aghus Jamaludin Kharis menjelaskan, program ini memberikan kepercayaan diri kepada siswa untuk tampil di depan umum maupun mewawancarai narasumber.
"Kendala terbesar adalah rasa takut dan malu, tetapi dengan pelatihan intensif, anak-anak berhasil mengatasinya," jelas Kharis.
Dalam pembinaan, Kharis menerapkan sistem "serius tapi santai" agar siswa merasa nyaman.
Teknik fotografi menjadi materi pertama yang diajarkan sebelum dilanjutkan dengan pelatihan penulisan artikel.
"Kami juga sering melakukan latihan liputan di luar sekolah untuk memberikan pengalaman langsung," tambahnya.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa ekstrakurikuler jurnalistik SMAN 1 Gringsing mampu menciptakan ruang belajar yang kreatif dan inspiratif bagi para siswa.
Dengan antusiasme yang tinggi, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya jurnalis-jurnalis handal dari SMAN 1 Gringsing. (han/web)
Editor : Ida Nor Layla