METROPEKALONGAN.COM - Baru-baru ini, para pelajar di Indonesia sedang sibuk berburu Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Antusiasme ini semakin meningkat seiring dengan isu efisiensi anggaran pemerintah yang memicu kekhawatiran akan pemotongan dana beasiswa.
Pada awalnya, muncul laporan bahwa program beasiswa seperti KIP Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) akan terdampak efisiensi anggaran.
Pagu awal KIP kuliah sebesar Rp 14,698 triliun, disebutkan akan mengalami pemotongan sebesar Rp 1,319 triliun.
Kabar ini menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa dan calon penerima beasiswa, mengingat banyaknya pelajar yang bergantung pada bantuan ini untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Tagar #SaveKIPK bahkan sempat ramai di media sosial sebagai bentuk kekhawatiran publik.
Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, anggaran untuk beasiswa KIP Kuliah tidak akan terkena pemotongan.
Beliau menyatakan, untuk tahun anggaran 2025, sebanyak 1.040.192 mahasiswa tetap akan menerima bantuan ini.
Selain itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, juga memastikan, anggaran beasiswa tetap aman dan tidak mengalami pemotongan.
Meskipun pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran pada tahun 2025.
Dengan klarifikasi ini, diharapkan para pelajar dapat lebih tenang dan tetap fokus dalam mempersiapkan diri untuk mendapatkan beasiswa KIP Kuliah.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan bagi pelajar kurang mampu melalui program beasiswa ini.
Bagi yang tertarik dengan beasiswa ini, ini cara Mendaftar Beasiswa KIP Kuliah
1. Pendaftaran Akun
Daftar secara mandiri melalui laman resmi kip-kuliah kemdikbud go id atau aplikasi mobile KIP Kuliah yang tersedia di Play Store.
Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan alamat e-mail yang valid.
Sistem akan memverifikasi data, dan jika berhasil, calon penerima akan menerima nomor pendaftaran serta kode akses melalui e-mail.
2. Proses Seleksi
Pilih jalur seleksi masuk perguruan tinggi, seperti SNMPTN, SBMPTN, SNMPN, atau seleksi mandiri.
Pastikan pendaftaran KIP Kuliah selesai sebelum seleksi masuk perguruan tinggi.
Setelah dinyatakan lulus, data KIP Kuliah akan diverifikasi oleh pihak kampus.
3. Penetapan Penerima
Setelah verifikasi selesai, calon penerima akan menerima informasi terkait status penerimaan KIP Kuliah.
Dan ini pilihan Perguruan Tinggi yang Menerima KIP Kuliah, bisa di perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) yang terakreditasi.
Berikut beberapa PTS di Yogyakarta yang menerima KIP Kuliah, yang antara lain, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Universitas PGRI Yogyakarta. Untuk daftar lengkap, calon mahasiswa dapat mengunjungi situs resmi kampus yang diminati atau menghubungi pihak kampus terkait.
Sementara itu, untuk syarat penerima KIP Kuliah antara lain,
1. Lulusan Sekolah Menengah
Lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun berjalan atau maksimal dua tahun sebelumnya.
2. Identitas yang Valid
Memiliki NIK, NISN, dan NPSN yang valid.
3. Keterbatasan Ekonomi
Memiliki potensi akademik baik namun keterbatasan ekonomi, dibuktikan dengan:
Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan
Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos
4. Kondisi Khusus
Mahasiswa dari panti sosial atau panti asuhan.
Peserta dengan kondisi khusus yang memenuhi syarat miskin atau rentan miskin.
Pastikan untuk mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan dan selalu memantau informasi resmi terkait pendaftaran KIP Kuliah agar tidak melewatkan kesempatan emas ini!(han/ida)
Editor : Ida Nor Layla