Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Pekalongan Latih Pelajar MAN 1 Hadapi Bencana

Lutfi Hanafi • Selasa, 29 April 2025 | 02:31 WIB

 

PELATIHAN - Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan saat mengikuti pelatihan kesiapsiagaan ri BPDB Kota Pekalongan, Jumat (25/4/2025).
PELATIHAN - Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan saat mengikuti pelatihan kesiapsiagaan ri BPDB Kota Pekalongan, Jumat (25/4/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Dalam upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan terus menggencarkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di berbagai sekolah.

Salah satunya, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan menjadi target pelatihan kesiapsiagaan, Jumat 25 April 2025.

Kasi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha menegaskan, pentingnya membentuk sekolah yang aman dan siap menghadapi potensi bencana.

Program SPAB ini merupakan implementasi dari Permendikbud nomor 33 tahun 2019.

Serta UU Penanggulangan Bencana Nomor 26 Tahun 2007, yang mengamanatkan perlindungan terhadap siswa dan tenaga pendidik.

"Ada tiga pilar utama yang harus dipenuhi. Fasilitas sekolah yang tahan bencana, sistem manajemen penanggulangan bencana, dan edukasi kebencanaan kepada seluruh warga sekolah," terang Dimas.

Dalam pelatihan ini, siswa MAN 1 dikenalkan teori dasar kebencanaan, dilatih simulasi evakuasi mandiri, serta diajarkan jalur evakuasi dan titik kumpul aman.

Kegiatan berlangsung dinamis di aula sekolah.

Ini mengasah kesiapsiagaan pelajar terhadap berbagai potensi ancaman, seperti banjir dan cuaca ekstrem yang kerap melanda Kota Pekalongan.

Dimas menambahkan, untuk memperkuat kesiapsiagaan, sekolah perlu membentuk Satgas SPAB — sebuah tim relawan bencana internal yang beranggotakan siswa, guru pendamping, dan berkoordinasi aktif dengan BPBD, PMI, serta SAR.

Satgas ini bertugas memastikan kesiapan sarana prasarana, menyelenggarakan simulasi rutin, serta memperluas edukasi kebencanaan ke seluruh warga sekolah.

"Bencana adalah urusan bersama, jadi diperlukan sinergi lintas sektor," tegasnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Kota Pekalongan, Mimbar, menyambut antusias program ini.

Ia mengapresiasi sinergi BPBD dan mengungkapkan pentingnya keterlibatan siswa dalam membangun karakter tangguh bencana.

"Kami ingin siswa kami bukan hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga cerdas dalam bertindak saat kondisi darurat. Edukasi mitigasi ini adalah investasi penting untuk masa depan mereka," ungkap Mimbar.

Dalam simulasi yang dilakukan, para siswa terlihat aktif dan sigap. Melalui program SPAB, MAN 1 berharap menjadi madrasah percontohan dalam membangun satuan pendidikan yang aman, siaga, dan peduli. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #pendidikan #bpbd #bencana