Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

MAN 1 Kota Pekalongan Kelola Sampah Sekolah secara Mandiri, Jadi Contoh Edukasi Lingkungan Berkelanjutan

Lutfi Hanafi • Kamis, 1 Mei 2025 | 00:38 WIB

 

OLAH KOMPOS - Pelajar MAN 1 Kota Pekalongan saat belajar olah kompos dari sampah organik di Sekolahnya.
OLAH KOMPOS - Pelajar MAN 1 Kota Pekalongan saat belajar olah kompos dari sampah organik di Sekolahnya.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Dalam menghadapi kondisi darurat sampah di Kota Pekalongan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan mengambil langkah progresif.

Yakni, dengan menerapkan sistem pengelolaan sampah mandiri di lingkungan sekolah.

Langkah ini menjadi bentuk nyata partisipasi sekolah dalam menyukseskan program pemerintah sekaligus memberikan edukasi lingkungan bagi generasi muda.

Kepala MAN 1 Kota Pekalongan, Mimbar menegaskan, pengelolaan sampah ini tak hanya sekadar rutinitas kebersihan.

Melainkan bagian penting dari pendidikan karakter dan kepedulian terhadap bumi.

“Kami ingin membiasakan siswa agar sadar sejak dini akan pentingnya menjaga lingkungan. Ini bukan hanya mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dan pusat, tapi juga menanamkan nilai tanggung jawab sejak bangku sekolah,” ujar Mimbar, Rabu 30 April 2025.

Sekolah ini telah menerapkan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik, serta membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

Siswa diimbau membawa tumbler dan kotak makan sendiri, menggantikan kemasan plastik saat jajan di kantin.

Di sudut-sudut strategis sekolah, telah tersedia tempat sampah terpilah.

Sampah organik diolah di area belakang parkir sekolah menggunakan mesin pencacah dan cairan EM4 untuk menjadi pupuk kompos.

Kompos tersebut kemudian digunakan untuk menyuburkan taman-taman sekolah. 

“Sampah organik kami kelola menjadi pupuk. Sementara sampah anorganik dikumpulkan untuk dikirim ke TDPS atau ke bank sampah,” jelas Mimbar.

Bahkan dalam kegiatan rapat sekolah, pihak MAN 1 Kota Pekalongan sudah tidak lagi menggunakan wadah plastik, kardus, atau styrofoam.

Melainkan peralatan makan yang bisa digunakan ulang.

Semua ini dilakukan demi mendorong budaya hidup ramah lingkungan.

Program ini mendapat sambutan positif dari para siswa.

Salah satunya, Tyo Mulia Perkasa, siswa MAN 1 Kota Pekalongan ini mengaku awalnya merasa canggung, namun kini merasa nyaman dan bangga. 

“Awalnya repot harus bawa kotak makan dan tumbler, tapi lama-lama terbiasa. Sekarang jadi lebih peduli lingkungan,” kata Tyo.

Ia menilai, apa yang dilakukan oleh sekolahnya bisa menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah bisa dimulai dari ruang terkecil, seperti sekolah. 

“Semoga sekolah-sekolah lain di Kota Pekalongan bisa ikut terinspirasi untuk melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

Langkah MAN 1 Kota Pekalongan ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal teori di kelas, tapi juga praktik nyata yang berdampak bagi masa depan lingkungan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Kelola Sampah Mandiri #edukasi #pilah sampah #MAN 1 Kota Pekalongan #pembelajaran siswa #pupuk #lingkungan