Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Mahasiswa Filipina Ajarkan Gaya Belajar Baru di SD Kota Pekalongan, Anak-anak Antusias dan Terinspirasi

Lutfi Hanafi • Sabtu, 3 Mei 2025 | 08:30 WIB
MENGAJAR - Ysabella mahasiswa tingkat akhir jurusan Pendidikan Dasar dari University of San Jose-Recoletos, Filipina saat mengajar di SDN Podosugih I, Jumat (2/5/2025).
MENGAJAR - Ysabella mahasiswa tingkat akhir jurusan Pendidikan Dasar dari University of San Jose-Recoletos, Filipina saat mengajar di SDN Podosugih I, Jumat (2/5/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di sudut kota batik yang hangat, SD Negeri Podosugih I, Kota Pekalongan, sedang menikmati momen istimewa.

Sejak akhir April 2025, suasana belajar di sekolah itu terasa berbeda. Seorang tamu spesial dari luar negeri, tepatnya dari Filipina, turut meramaikan kelas-kelas di sana.

Ia bukan turis atau pengamat, melainkan seorang calon guru yang ingin berbagi, belajar, dan tumbuh bersama.

Namanya Ysabella Louise Vallecer, mahasiswa tingkat akhir jurusan Pendidikan Dasar dari University of San Jose-Recoletos, Filipina.

Ia datang ke Indonesia melalui program pertukaran SEA Teacher yang digagas oleh Universitas Pekalongan (Unikal).

Selama hampir dua pekan, Ysabella tinggal dan belajar bersama guru serta siswa di SDN Podosugih I.

“Saya disambut dengan sangat hangat sejak pertama kali tiba. Anak-anak bahkan langsung memeluk saya. Itu sangat mengharukan, karena di Filipina, hal seperti itu sangat jarang,” kisah Ysabella dengan senyum lebar.

Kehadiran Ysabella bukan sekadar praktik mengajar, melainkan juga pertukaran budaya dan pendekatan pengajaran.

Ia aktif mendampingi para guru dalam pembelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika.

Ia juga memperkenalkan metode belajar yang kreatif seperti penggunaan audiovisual dan kerja kelompok, sebuah pendekatan yang langsung disambut antusias oleh para siswa.

Di mata anak-anak SDN Podosugih I, sosok Miss Isa – panggilan akrab Ysabella – adalah energi baru yang menyenangkan.

Setiap kali ia masuk kelas, senyum-senyum kecil dan semangat mereka langsung menyala.

“Anak-anak sangat antusias. Mereka lebih berani berbicara Bahasa Inggris dan lebih aktif saat belajar. Kehadirannya sangat memberi warna baru di kelas,” ujar Wahyu Kartika Aprilia, guru Bahasa Inggris SDN Podosugih I.

Bagi sekolah ini, kedatangan mahasiswa asing adalah pengalaman pertama yang langsung membekas.

Para guru melihat peningkatan semangat belajar, dan para siswa mendapatkan wawasan baru dari seorang tamu yang datang jauh-jauh dari negeri seberang lautan.

“Kami sangat bersyukur dan terbantu. Anak-anak menjadi lebih semangat. Semoga ke depannya akan lebih banyak pengalaman seperti ini,” harap Wahyu.

Selain mengajar, Ysabella juga ikut dalam kegiatan observasi lingkungan sekolah, berdiskusi dengan guru, dan mengenal lebih dalam budaya pendidikan di Indonesia.

Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran baru, baik dari sisi manajemen kelas maupun interaksi siswa-guru.

Program SEA Teacher ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa peserta, tetapi juga menjadi jembatan pertukaran nilai dan metode pendidikan yang beragam di Asia Tenggara.

Dan SDN Podosugih I, Pekalongan, menjadi bagian dari perubahan itu.

“Saya akan pulang ke Filipina dengan banyak cerita indah. Saya belajar tentang kehangatan, kedekatan guru dan murid di sini, dan bagaimana pendekatan personal bisa membuat anak-anak lebih terbuka,” tutup Ysabella. 

Kisah ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal materi pelajaran, tapi juga tentang membangun hubungan, menghargai perbedaan, dan tumbuh bersama dalam keberagaman. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #filipina #anak-anak #turis #belajar #mahasis cekik pacarnya hingga tewas #kota batik #sekolah