METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ruang aula SMP Negeri 15 Pekalongan berubah menjadi galeri seni mini yang penuh warna dan kreativitas.
Dalam rangka ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya tahun ajaran 2024/2025, sekolah ini menggelar Pekan Unjuk Karya—sebuah pameran seni rupa yang menampilkan 158 karya asli siswa kelas IX.
Kegiatan yang digelar selama sepekan sejak 5 hingga 10 Mei 2025 ini bukan sekadar pameran seni biasa.
Para siswa tidak hanya diminta untuk menciptakan karya, tetapi juga ditantang untuk menjelaskan gagasan, proses, dan makna di balik karya mereka kepada pengunjung.
“Ini bukan hanya soal nilai ujian, tapi bagaimana mereka belajar mengekspresikan ide, membangun keberanian, dan menghargai proses kreatif,” ungkap Budi Purnomo, guru Seni Budaya SMPN 15 Pekalongan, saat ditemui di lokasi acara, Sabtu 10 Mei 2025.
Beragam karya ditampilkan dalam pameran ini—mulai dari lukisan, desain batik, maket arsitektur, hingga gerabah hasil tangan siswa sendiri.
Masing-masing karya dilengkapi dengan label identitas serta narasi singkat yang menjelaskan inspirasi dan teknik pembuatan.
Menurut Budi, kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan menumbuhkan kemandirian, rasa percaya diri, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif dalam diri siswa.
“Setiap siswa diminta untuk tidak hanya mencipta, tapi juga menjelaskan. Ini penting agar mereka terbiasa mengkomunikasikan gagasan secara lugas dan percaya diri,” imbuhnya.
Baca Juga: Sinergi Polres, Pemkab, dan Petani Pemalang, Sukses Gelar Panen Perdana Jagung Hibrida
Pameran ini juga menjadi ruang apresiasi yang memberi siswa pengalaman nyata layaknya seorang seniman yang mengotak-atik karyanya di depan publik.
Antusiasme dari siswa, guru, hingga tamu undangan tampak tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.
Kepala SMPN 15 Pekalongan menyampaikan apresiasinya kepada para guru dan siswa yang telah terlibat aktif dalam kegiatan ini.
Baca Juga: Target 1.330 Keluarga Jadi, Ini Langkah Pemkot Pekalongan Cegah Stunting Lewat Program Genting
Ia berharap metode pembelajaran berbasis proyek seperti ini dapat terus dikembangkan agar siswa lebih siap menghadapi tantangan kehidupan nyata.
“Pembelajaran seperti ini tidak hanya bermakna, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi diri dan membentuk karakter kreatif,” ujarnya.
Melalui pameran ini, SMPN 15 Pekalongan menegaskan komitmennya dalam mendorong pendidikan yang tidak hanya fokus pada hasil.
Baca Juga: Pekalongan Kembali Dihantui Rokok Ilegal, 3.834 Batang Disita, Padahal Sempat Bebas Sejak 2022
Namun juga menghargai proses dan keberanian siswa dalam berkarya serta menyampaikan buah pikir mereka ke publik. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla