Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Seluruh Sekolah di Medono Kota Pekalongan, Kompak Wujudkan Zona Pendidikan Zero Waste

Lutfi Hanafi • Rabu, 14 Mei 2025 | 23:59 WIB
SERU - Wakil WaliKota Pekalongan Hj Balgis Diab dengan antusias saat berikan tanda tangannya kepada pelajar di SDN Medono 8 Pekalongan Barat, Rabu (14/5/2025).
SERU - Wakil WaliKota Pekalongan Hj Balgis Diab dengan antusias saat berikan tanda tangannya kepada pelajar di SDN Medono 8 Pekalongan Barat, Rabu (14/5/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Langkah kecil dari ruang kelas bisa membawa perubahan besar bagi bumi.

Itulah semangat yang dibawa Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat, saat meluncurkan program “Sedekah Sampah” dan Deklarasi Zero Plastic Waste, di halaman SD Negeri Medono 8 pada Rabu 14 Mei 2025.

Program ini tak hanya menyasar satu atau dua sekolah, tapi mencakup seluruh jenjang pendidikan di wilayah kelurahan—dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga pondok pesantren.

Sebanyak 16 lembaga pendidikan menandatangani deklarasi bersama sebagai simbol komitmen kolektif untuk menekan produksi sampah plastik.

Peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, yang hadir dengan semangat optimisme terhadap keterlibatan dunia pendidikan dalam isu lingkungan.

Dengan program Sedekah Sampah, anak-anak tidak hanya belajar di atas kertas, tapi juga mempraktikkan kepedulian pada bumi. 

 

“Mulai hari ini, pengelolaan sampah dimulai dari sekolah dan pondok pesantren,” kata Balgis dalam sambutannya.

Program Sedekah Sampah bukan sekadar pengumpulan sampah bernilai ekonomi, melainkan juga sebagai media edukasi lingkungan.

Pihaknya mendorong siswa rutin membawa sampah terpilah dari rumah, memahami jenis-jenis sampah, dan menyetorkannya secara rutin.

Hasilnya akan dikelola dan digunakan untuk kegiatan sosial ataupun sebagai dana pendidikan.

Pendekatan ini mengajarkan sampah bukan hanya untuk dibuang, tapi bisa disedekahkan untuk kemanfaatan yang lebih besar.

Para guru, orang tua, hingga tokoh pondok pesantren juga terlibat aktif, menjadikan gerakan ini sebagai budaya bersama, bukan sekadar program insidental.

 

Momentum deklarasi Zero Plastic Waste menjadi penanda awal bagi perubahan jangka panjang.

Dengan keterlibatan 16 lembaga pendidikan, pihak Kelurahan Medono berharap dapat menjadi percontohan bagi kelurahan lain di Kota Pekalongan.

“Jangan berhenti di seremoni,” tegas Balgis.

“Kami berharap, semangat hari ini terus dijaga dan menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan.”

Untuk itu, pihak kelurahan bersama DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan pegiat bank sampah akan terus mendampingi sekolah dalam praktik pemilahan, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pengolahan limbah organik.

Medono saat ini sedang membangun ekosistem pendidikan yang sadar lingkungan, dengan harapan generasi muda tumbuh menjadi agen perubahan.

Jika semua murid, guru, dan orang tua bergerak bersama, bukan tidak mungkin Kelurahan Medono menjadi zona bebas sampah plastik pertama di Kota Pekalongan.

Dan langkah kecil yang telah dimulai ini, dari tempat yang sederhana, yakni sekolah. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#ponpes #kota pekalongan #komitmen #sekolah dasar #sampah plastik #zero waste #sd negeri