METROPEKALONGAN.COM, BATANG – Tak hanya mengajar di kampus, sejumlah doktor dan profesor dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) turun langsung ke sekolah untuk mengabdi dan membagikan ilmunya.
Bertempat di SMA Negeri 1 Gringsing, Kabupaten Batang, mereka melatih para guru dalam menyusun Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan menghidupkan pembelajaran sosiologi di kalangan siswa.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat 23 Mei 2025 ini merupakan bagian dari program rutin pengabdian masyarakat Unnes.
Baca Juga: Gedung Baru PMI Pekalongan jadi Investasi Besar untuk Layanan Kemanusiaan
Sasaran utamanya adalah guru-guru SMA, baik PNS maupun honorer, yang ingin meningkatkan kompetensi menulis karya ilmiah.
Kepala SMA Negeri 1 Gringsing, Wachid Mucharom, mengapresiasi inisiasi ini.
Ia menyebut pelatihan ini penting, meskipun syarat PTK untuk kenaikan pangkat telah dihapuskan.
Baca Juga: Warga Soko Duwet Antusias Ikuti Pelatihan Donat dan Tahu Fantasi Kreatif
“Kemampuan ini tetap dibutuhkan sebagai bekal profesionalisme guru,” ujarnya saat membuka acara.
Tiga guru besar dari Unnes hadir sebagai pemateri, yakni Prof. Dr. Triwaty Arsal, M.Si. (Sosiologi Keluarga), Dr. Hamdan Tri Atmaja, M.Pd dan Dr. Ulfah Mediati Arif, MT
Turut hadir pula tiga pendamping siswa, yaitu Mutiara Ningrum, Mira Merliana, dan Laras Destri Ananda, yang membantu fasilitasi kegiatan.
Baca Juga: Warga Sapuro Kebulen Kompak Bantu TNI Bangun Jalan Lewat Program TMMD
“Penelitian Tindakan Kelas itu penting untuk mengasah keterampilan menulis guru. Ini bukan hanya soal peningkatan pangkat, tapi juga peningkatan kualitas pendidikan,” tegas Prof. Triwaty.
Baca Juga: DSA Hadir di RSUD Bendan, Wali Kota HA Afzan Arslan Djunaid Cegah Stroke Sebelum Terlambat
Tak hanya untuk guru, tim Unnes juga menyapa siswa kelas XI.6 melalui pendekatan yang berbeda.
Mereka memperkenalkan metode pembelajaran TTS (Teka Teki Sosiologi) agar pelajaran yang dianggap membosankan menjadi menyenangkan dan mudah dipahami. Sekar, salah satu siswa, mengaku sangat terbantu dengan metode tersebut.
“Seru dan mudah diingat. Bisa langsung nyambung ke kehidupan sehari-hari,” ujarnya antusias.
Baca Juga: HA Afzan Arslan Djunaid dan Inggit Rayakan 21 Tahun Pernikahan, Bagikan Tips untuk Keluarga Muda
Kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah.
Dengan pendekatan akademik yang aplikatif, guru semakin percaya diri menulis karya ilmiah, sementara siswa semakin semangat belajar.
Diharapkan, ke depan kolaborasi serupa bisa tidak terjadi ke sekolah-sekolah lain agar pemerataan kualitas pendidikan benar-benar terasa dari hulu ke hilir. (han/web/ida)
Editor : Ida Nor Layla