Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Masuk SD Kini Tanpa Tes Calistung, Anak PAUD Diprioritaskan Masuk Sekolah

Lutfi Hanafi • Jumat, 13 Juni 2025 | 17:45 WIB
SIAGA - Tim Sistem Penerimaan Murid Baru SDN Sapuro 5 saat berjaga di ruang penerimaan siswa baru, pada Kamis (12/6/2025).
SIAGA - Tim Sistem Penerimaan Murid Baru SDN Sapuro 5 saat berjaga di ruang penerimaan siswa baru, pada Kamis (12/6/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kabar gembira bagi orang tua yang sedang mempersiapkan anaknya masuk Sekolah Dasar (SD).

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memastikan, penerimaan murid baru tahun ajaran ini dilakukan tanpa tes baca, tulis, dan hitung (calistung).

Anak-anak yang sudah menempuh pendidikan PAUD juga akan diprioritaskan.

Kepastian ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan, Mabruri, saat meninjau langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SDN Sapuro 5, Kamis 12 Juni 2025.

Mabruri menegaskan, seleksi masuk SD tetap mengacu pada batas usia, yakni anak usia 7 tahun wajib diterima.

Anak usia 6 tahun boleh mendaftar, sementara anak usia 5,5 tahun dapat diterima dengan catatan membawa surat keterangan dari psikolog dan rekomendasi lembaga PAUD.

“Kalau ada dua anak dengan usia dan domisili yang sama, maka anak yang lulusan TK atau PAUD akan diprioritaskan untuk diterima,” tegas Mabruri.

Yang paling melegakan, menurut Mabruri, tidak ada tes calistung dalam proses seleksi.

Anak-anak tidak perlu diuji kemampuan akademiknya sejak dini, karena fokus utama di jenjang awal adalah membangun transisi yang menyenangkan dari PAUD ke SD.

“Dua minggu pertama masa sekolah harus dibuat menyenangkan. Anak jangan sampai stres karena perbedaan suasana belajar dari PAUD ke SD,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya pendekatan holistik integratif dalam pendidikan anak.

Artinya, sekolah tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tapi juga memperhatikan tumbuh kembang secara fisik dan mental.

Proses penerimaan pun kini dilengkapi dengan skrining awal, seperti mengukur tinggi dan berat badan anak.

Ini menjadi tahap awal untuk pemantauan rutin setelah mereka resmi menjadi siswa.

“Pemantauan tumbuh kembang ini harus menjadi perhatian serius sekolah, agar anak bisa tumbuh optimal dalam lingkungan belajar yang sehat dan mendukung,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Sapuro 05, Wardiman, menyampaikan, proses pendaftaran siswa baru di sekolahnya berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Ia juga menegaskan, sejauh ini tidak ada intervensi atau tekanan dari orang tua calon siswa.

Namun, Wardiman mengakui bahwa hingga saat ini kuota siswa baru di sekolahnya memang belum terpenuhi.

Pihak sekolah masih menunggu kemungkinan limpahan pendaftar dari sekolah-sekolah sekitar apabila ada kelebihan calon siswa. 

"Kami siap menerima jika ada limpahan dari sekolah lain yang kelebihan pendaftar," ujarnya.(han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#paud #Sekolah Dasar (SD) #Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan #Sistem Penerimaan Murid Baru #Pemerintah Kota Pekalongan