METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Antusiasme warga di Kelurahan Pringrejo dalam kegiatan membaca bersama, diskusi ringan, serta dongeng interaktif yang digelar di Taman Baca Masyarakat (TBM) Ceria diapresiasi Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya.
Artinya, kegiatan ini membuktikan bahwa taman baca mampu meningkatkan literasi yang menyenangkan bagi segala usia.
Kegiatan membaca bersama tersebut merupakan bagian dari Roadshow Bunda Literasi 2025 dengan menyasar TBM Ceria di Kelurahan Pringrejo, Selasa sore 1 Juli 2025.
Baca Juga: Peluang Cuan, Ibu-Ibu di Kota Pekalongan Belajar Make Up, Siap Jadi MUA Hits
Kegiatan perdana ini menjadi penanda perluasan jangkauan program literasi yang sebelumnya sukses merambah sekolah-sekolah formal dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
Tahun ini, roadshow menyentuh langsung ke tengah masyarakat dengan menyambangi taman baca dan perpustakaan komunitas.
“Alhamdulillah, tahun ini kita kembali menggelar roadshow dengan pendekatan berbeda. Kami ingin taman baca masyarakat menjadi ruang yang hidup dan diminati, tidak hanya oleh anak-anak tapi juga oleh orang dewasa,” kata Inggit saat membuka kegiatan.
Baca Juga: Wali Kota Lantik 127 PPPK Kota Pekalongan, Jadi Awal Pengabdian Abdi Negara
Menurutnya, membaca harus menjadi budaya yang ditanamkan secara merata dan inklusif.
Maka dari itu, TBM dipandang sebagai salah satu kunci penting dalam membuka akses literasi yang lebih luas bagi semua kalangan.
Roadshow ini juga ditujukan untuk mengangkat peran strategis TBM sebagai pusat pembelajaran non-formal yang ramah, menyenangkan, dan bisa menjangkau semua usia.
Baca Juga: Bikin Izin Makin Gampang, Pemkot Pekalongan Punya Jurus Baru Buat Naikkan Kelas Pelaku UMKM
Bukan sekadar tempat membaca buku, TBM kini didorong menjadi ruang interaksi sosial, edukatif, dan pemberdayaan masyarakat.
“Harapan kami, melalui pendekatan seperti ini, minat baca masyarakat bisa tumbuh dan indeks literasi Kota Pekalongan meningkat. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi juga membentuk SDM yang cakap dan kritis,” lanjut Inggit.
Langkah ini sejalan dengan visi Kota Pekalongan dalam membangun generasi pembelajar sepanjang hayat.
Baca Juga: BI Tegal Pahamkan Cara Jitu Cegah Uang Palsu Lewat Guru SD dan SMP
“Dengan melibatkan semua lapisan, literasi bisa menjadi gerakan kolektif yang tidak hanya menyasar usia dini, tetapi juga orang tua dan masyarakat umum,” imbuhnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla