METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kharisma Shafrani, lulusan UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan telah membuktikan diri. Asal ada kemauan pasti ada jalan.
Meski harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah, tetap bisa membuktikan prestasinya yang membanggakan kampusnya.
Kharisma selama menjalani pendidikannya di Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid Pekalongan telah membuktikan bahwa kuliah, berprestasi, sekaligus menjalankan bisnis kuliner grill dari rumah, bisa berjalan beriringan.
Kharisma merupakan lulusan terbaik tahun 2025 ini, dari Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Karena prestasinya, perempuan asal Tirto, Kabupaten Pekalongan ini, mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 di University of Mysore, India Selatan tahun 2025.
Ini beasiswa penuh dari Pemerintah India (ICCR Scholarship) di jurusan Mass Communication and Journalism.
Kharisma tak menyangka bisa diterima S2 di India. Ekspektasinya melanjutkan kuliah S2, semula hanya sebatas di kota sekitar, seperti Semarang atau Jogjakarta.
Namun setelah menemukan peluang beasiswa luar negeri dengan syarat yang terjangkau, ia mencoba dan lolos.
“India bukan negara impian, tapi beasiswanya menarik dan peluang lolosnya besar,” katanya jujur.
Proses pendaftaran pun tak mudah. Mulai dari tes TOEFL, menyiapkan essay, CV, dokumen resmi, hingga biaya penerjemah tersumpah harus ia hadapi.
“Awalnya kaget, karena ternyata daftar beasiswa luar negeri lebih ribet dibanding dalam negeri,” ungkapnya.
Dirinya berharap kelak bisa menjadi akademisi yang juga membuka jalan bagi generasi muda lain untuk belajar ke luar negeri.
“Saya ingin berbagi pengalaman dan memotivasi yang lain. Perubahan besar itu dimulai dari langkah kecil,” tutupnya.
Kharisma sendiri sudah fokus pada dunia komunikasi sejak menjalani pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Makanya saat kuliah, ia melanjutkan ke jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam FUAD UIN KH Abdurrahman Wahid.
Tak hanya aktif di bangku kuliah, Kharisma juga aktif di berbagai ajang kompetisi. Bahkan pernah juara 1 lomba penulisan feature tingkat nasional, dan Top Talent Awardee BSI Scholarship.
Meski waktunya cukup tersita dengan berbagai kegiatan kuliah, organisasi, hingga mengikuti berbagai ajang lomba, Kharisma tetap bisa menjalankan bisnis kulinernya. Dia cukup pintar membagi waktu dan konsentrasi.
“Aku punya skala prioritas. Ada waktunya kuliah, ada waktunya urus usaha. Meski jadwal padat dan sering bertabrakan, tetap berusaha seimbang,” katanya.
Bahkan meski nantinya menetap di India, usaha kulinernya masih tetap jalan. Kali ini meminta bantuan sang ibu dan kakaknya. Kharisma bertekad menyelesaikan studinya hingga lulus. (syafika saffanah/ida)
Editor : Ida Nor Layla