Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Dari Kampus Langsung Jadi CEO, IWIMA Buka Jalan Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi

Lutfi Hanafi • Jumat, 11 Juli 2025 | 02:00 WIB
BAZAR USAHA – Keramaian halaman kampus IWIMA Pekalongan, riuh mahasiswa yang menggelar lapak usahanya, dalam IWIMA Expo 2025 Kamis, (10/7/2025).
BAZAR USAHA – Keramaian halaman kampus IWIMA Pekalongan, riuh mahasiswa yang menggelar lapak usahanya, dalam IWIMA Expo 2025 Kamis, (10/7/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pernah membayangkan lulus kuliah tanpa skripsi, tapi memiliki status CEO?

Itulah terobosan revolusioner yang kini ditawarkan oleh Institut Widya Pratama (IWIMA) Kota Pekalongan.

Melalui IWIMA Expo 2025 bertema "From Campus to Start-Up" yang digelar Kamis 10 Juli 2025. Semangat membangun usaha dari kampus pun langsung menyala di benak mahasiswa.

Dalam acara yang erlangsung di halaman kampus ini, menghadirkan 48 stan kreasi mahasiswa semester 4 dari berbagai bidang.

Tak hanya makanan dan fashion, stan-stan tersebut juga menampilkan produk digital dan ide rintisan start-up non-digital.

Pameran ini bukan sekadar gelaran tugas kuliah, tapi cerminan misi kampus dalam mencetak wirausahawan muda sejati.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus, tapi juga punya arah. Salah satunya lewat usaha rintisan mereka sendiri,” kata Much. Rifqi Maulana, dosen Technopreneurship sekaligus Kepala Penjamin Mutu IWIMA.

Dari data internal, memang baru kurang dari 10 persen alumni yang melanjutkan usaha setelah lulus.

Namun IWIMA optimistis, langkah konkret seperti ini akan menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk serius di dunia usaha.

Bahkan, mulai semester depan, mahasiswa tidak lagi wajib membuat skripsi.

Sebagai gantinya, mereka bisa menyelesaikan studi melalui proyek publikasi ilmiah, teknologi tepat guna, hingga start-up bersertifikat dengan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Ini adalah implementasi Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023.

“Kalau mahasiswa sudah menjalankan bisnis selama 3–5 bulan, dan punya NIB, itu bisa jadi pengganti skripsi. Lebih aplikatif dan punya dampak nyata,” jelas Rifqi.

Langkah ini disambut baik oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM.

Fungsional Ahli Muda Pengembang Kewirausahaan, Tipuk Prasetyowati, bahkan langsung mengedukasi peserta tentang pentingnya legalitas produk, informasi label, hingga branding.

“Sayang kalau produknya bagus tapi stikernya cuma nama. Harus ada nomor telepon, media sosial, atau kontak agar mudah di-repeat order,” katanya.

Tipuk berharap, semangat kewirausahaan ini tak berhenti di expo. Mahasiswa harus didampingi agar kelak usahanya bisa naik kelas, masuk pameran, bahkan ekspansi.

“Kami senang karena IWIMA tidak hanya menjadikan entrepreneurship sebagai mata kuliah formalitas. Ini awal yang bagus untuk masa depan mahasiswa," tandasnya. 

Dari festival ini, jelas bahwa IWIMA sedang merintis generasi sarjana yang tak hanya berpikir akademik, tapi juga berani mengeksekusi ide, membangun brand, dan menjemput pasar.

Kampus bukan sekadar tempat kuliah, tapi titik awal menuju kesuksesan sebagai entrepreneur muda masa depan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#expo #IWIMA Pekalongan #startup #mahasiswa #skripsi #kampus