Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tahun Ajaran Baru Paling Tragis, SDN Sijono Hanya Dapat Tiga Murid Baru

Magang • Senin, 14 Juli 2025 | 23:00 WIB
SEKOLAH SEPI : SDN Sijono di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang kurang peminat karena lokasinya di dekat exit tol.
SEKOLAH SEPI : SDN Sijono di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang kurang peminat karena lokasinya di dekat exit tol.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sijono yang terletak di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, pada Tahun Ajaran Baru 2025/2026 kali ini, cukup memprihatinkan.

Pasalnya hanya menerima tiga siswa baru di kelas satu. Jumlah tersebut menjadi yang paling sedikit sepanjang sejarah sekolah ini.

“Bisa dikatakan tahun inilah kami mendapatkan murid paling sedikit, yakni tiga murid,” kata Kepala SD Sijono, Setia Budi, saat ditemui di ruang kerjanya.

Dari tiga murid yang tercatat, satu di antaranya belum dapat dipastikan akan melanjutkan sekolah di SD tersebut, karena tidak hadir pada hari pertama masuk.

Hal ini semakin menambah kekhawatiran pihak sekolah terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Setia Budi menjelaskan, minimnya jumlah pendaftar disebabkan oleh beberapa faktor.

Baca Juga: 23 SMP di Kota Pekalongan Siap Layani PPDB Online

Pertama, lokasi sekolah yang berada di pinggir jalan besar dan dekat dengan pintu keluar tol Pemalang–Batang. Hal ini menyebabkan kekhawatiran para orang tua terhadap keselamatan anak-anak mereka.

Lalu, keberadaan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di dalam wilayah permukiman Sijono juga menjadi pesaing utama, karena dianggap lebih aman dan dekat dengan rumah warga.

“Banyak orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya di MI Sijono, karena lokasinya di dalam kampung. Jauh dari jalan raya yang ramai kendaraan,” tambahnya.

SD Sijono juga berada di wilayah perbatasan Kabupaten Batang dan Pekalongan, yang turut memengaruhi minat masyarakat untuk mendaftarkan anaknya di sana.

Saat ini, jumlah total siswa dari kelas satu hingga enam hanya sekitar 33 orang. Minimnya siswa juga berdampak pada terbatasnya kegiatan sekolah.

Beberapa program dan aktivitas luar kelas tidak bisa dilaksanakan, karena jumlah murid yang tidak mencukupi dan keterbatasan dana operasional.

Meski menghadapi berbagai tantangan, pihak sekolah tetap berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik.

Pengecatan ulang gedung, pembangunan pagar, serta penataan ruang kelas dilakukan secara bertahap.

Selain itu, seluruh siswa baru juga diberikan seragam lengkap seperti merah putih, batik, olahraga, dan pramuka secara gratis.

Pihak sekolah juga telah menyampaikan keluhan kepada Kepala Desa Sijono dan Dinas Pendidikan Kabupaten Batang agar memberikan perhatian dan dukungan yang lebih merata bagi seluruh sekolah yang ada di desa tersebut.

“Kami bahkan siap menjemput anak-anak yang ingin sekolah di sini. Jika memang perlu, akan kami siapkan kendaraan demi meningkatkan jumlah siswa,” tegas Setia Budi.

Ia berharap, ke depan pemerintah desa bisa bersikap adil terhadap lembaga pendidikan formal yang ada di wilayahnya, baik SD maupun MI. Karena keduanya adalah aset penting bagi pembangunan pendidikan di Desa Sijono. (chilyatulashfiya/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#tahun ajaran baru 2025 2026 #SDN Sijono Batang #Kabupaten Batang