METROPEKALONGAN.COM, Batang – Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Batang bertekad menekan angka kasus perundungan (bullying) dan kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
Mereka pun menggelar sosialisasi dan penyuluhan di SMK PGRI Batang pada Selasa 15 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti sekitar 300 siswa-siswi kelas 11.
Ini sebagai bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk membentuk karakter pelajar yang kritis, peduli, dan bertanggung jawab.
Sosialisasi yang dikemas secara interaktif itu tidak hanya memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk bullying dan kekerasan seksual, tetapi juga membekali para siswa dengan cara menghadapi dan mencegah kejadian tersebut di lingkungan sekitar terutama di lingkungan sekolah.
Para fasilitator dari Duta GenRe menjelaskan berbagai jenis perundungan, mulai dari fisik, verbal, hingga kekerasan berbasis gender. Terutama yang kerap tidak disadari terjadi di sekolah.
Para siswa juga diajak untuk berdiskusi, menyampaikan pengalaman atau pandangan mereka tentang situasi kekerasan yang pernah mereka saksikan atau alami.
Menariknya, kegiatan ini ditutup dengan aksi simbolik dari para peserta. Mereka membuat cap tangan di atas kanvas sebagai bentuk komitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan di sekolah.
Cap tangan tersebut menjadi simbol solidaritas dan keberanian untuk bersuara, baik sebagai korban maupun saksi.
Simbol ini juga menjadi pesan kuat bahwa perubahan dimulai dari kesadaran dan tindakan nyata, sekecil apapun bentuknya.
Kepala SMK PGRI Batang, Eliana Dwi Kurniati, menyambut baik inisiatif dari Duta GenRe ini.
Ia menyatakan bahwa edukasi semacam ini sangat penting diberikan secara langsung kepada siswa.
“Kami sangat berterima kasih kepada GenRe Jawa Tengah dan GenRe Batang atas terselenggaranya sosialisasi yang sangat relevan dan penting ini,” tandasnya.
Menurutnya, pencegahan bullying dan kekerasan seksual adalah tanggung jawab bersama. Dengan adanya edukasi langsung, harapannya para siswa menjadi lebih sadar dan berani untuk tidak menjadi pelaku, korban, maupun saksi yang pasif.
“Ini adalah langkah nyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Duta GenRe Kabupaten Batang menegaskan, program ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan untuk membangun generasi muda yang berani bersuara dan mampu menjaga nilai-nilai empati dan saling menghargai.
Kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan di beberapa sekolah lainnya di Kabupaten Batang.
Ini sebagai bentuk komitmen GenRe dalam menciptakan generasi muda yang sehat secara mental dan sosial. (chilyatul ashfiya/ida)
Editor : Ida Nor Layla