Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bunda PAUD Kota Pekalongan Gencarkan Wajib Belajar 13 Tahun hingga Kampung

Lutfi Hanafi • Kamis, 28 Agustus 2025 | 02:21 WIB
DISKUSI - Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya saat berdiskusi dengan perwakilan pengelola dan Pendidik PAUD di Pekalongan Utara, Rabu (27/8/2025).
DISKUSI - Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya saat berdiskusi dengan perwakilan pengelola dan Pendidik PAUD di Pekalongan Utara, Rabu (27/8/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Upaya mencerdaskan generasi bangsa tidak hanya berhenti di ruang kelas.

Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya, kini menggencarkan gerakan sosialisasi wajib belajar 13 tahun hingga menyentuh kampung-kampung di kelurahan.

Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat kecamatan di Aula Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu 27 Agustus 2025.

Acara ini diikuti para pendidik dan pengelola PAUD dari seluruh kelurahan se-Kecamatan Pekalongan Utara.

Menurut Bunda PAUD, PAUD merupakan pintu masuk utama menuju keberhasilan wajib belajar 13 tahun yang meliputi PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK.

Namun, keberhasilan program ini tak akan tercapai jika hanya berhenti di tataran kebijakan. Sosialisasi harus terus digulirkan, bahkan hingga ke lingkup terkecil di kampung-kampung.

“Anak-anak harus didampingi sejak dini agar tumbuh sehat, cerdas, berakhlak, dan berdaya saing. Melalui PAUD, kami siapkan fondasi kuat agar mereka siap menempuh wajib belajar 13 tahun. Karena itu, saya mengajak pendidik dan pengelola PAUD untuk menggaungkan pesan ini sampai ke masyarakat di kampung-kampung,” tegasnya.

Selain menekankan pentingnya kesinambungan pendidikan, Bunda PAUD juga mengajak para guru PAUD menanamkan 7 kebiasaan anak muda hebat, mulai dari disiplin, percaya diri, berani bermimpi, bertanggung jawab, berpikir positif, mandiri, hingga peduli pada sesama.

Nilai-nilai ini diharapkan dapat dibiasakan sejak dini dalam kehidupan sehari-hari anak-anak di rumah maupun lingkungan sekitar.

“Kalau kebiasaan baik ini dibangun di rumah dan di kampung mereka, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi tangguh yang siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Tak hanya itu, konsep deep learning atau pembelajaran mendalam juga mulai diperkenalkan.

Dengan metode ini, anak-anak didorong untuk tidak sekadar menghafal, melainkan memahami, mengeksplorasi, dan mengaitkan pengalaman belajar dengan kehidupan nyata di lingkungannya.

“Dengan pendekatan deep learning, anak-anak di kampung sekalipun bisa belajar kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah sejak dini. Ini bekal penting menghadapi era digital yang penuh tantangan,” jelasnya.

Melalui strategi ini, sosialisasi wajib belajar 13 tahun tidak lagi hanya menjadi slogan di tingkat kota.

Para pendidik, pengelola PAUD, hingga kader masyarakat di kelurahan diharapkan bisa menjadi motor penggerak yang menggaungkan pentingnya pendidikan tuntas hingga ke pelosok kampung. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #wajib belajar #Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya