Dindik Kota Pekalongan Sediakan Ruang Konseling Aman dan Profesional untuk Disabilitas

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Sabtu, 22 November 2025 | 01:13 WIB
KONSULTASI - Warga kota Pekalongan saat melakukan konsultasi di ruang konseling disabilitas, di ULD Lakondik setempat.
KONSULTASI - Warga kota Pekalongan saat melakukan konsultasi di ruang konseling disabilitas, di ULD Lakondik setempat.


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Untuk menghadirkan layanan konseling psikologis gratis yang aman, profesional, dan mudah diakses bagi seluruh warga, terutama penyandang disabilitas dan keluarganya.
 
Dinas Pendidikan Kota Pekalongan melalui ULD Lakondik, menggelar layanan khusus dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025.
 
"Layanan ini, berlangsung dari Selasa 18 November 2025 hingga hari ini Jumat 21 November 2025 di ruang layanan Lakondik," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri melalui Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal, Sherly Imanda Hidayah, Jumat 21 November 2025.
 
Baca Juga: Posbakum Hadir di Semua Kelurahan, Kota Pekalongan Jadi Role Model Layanan Hukum Warga Nasional
 
Selama ini, masyarakat masih banyak yang mengalami hambatan untuk mengakses layanan kesehatan mental, baik karena stigma, keterbatasan biaya, maupun kurangnya ruang konsultasi yang aman.
 
Untuk itu, layanan ini hadir sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap hak-hak psikologis penyandang disabilitas.
 
Serly menjelaskan, kesehatan mental adalah bagian penting dari kualitas hidup masyarakat.
 
Baca Juga: Jaring Aspirasi 2025, Perbaiki Pendidikan Pekalongan Berbasis Kebutuhan Lapangan
 
Karena itu, ULD Lakondik menyediakan ruang pendampingan yang profesional, privat, dan dapat menjadi tempat bagi masyarakat.
 
Dengan begitu, masyarakat mendapatkan bantuan psikologis tanpa rasa takut atau terbebani.
 
Pendaftaran dilakukan secara online melalui formulir resmi yang telah disediakan.
 
Baca Juga: Harga Beras Anjlok! Pemkot Pekalongan Awasi Distributor Cegah Penahanan Pasokan
 
Setiap peserta akan dijadwalkan untuk bertemu langsung dengan psikolog sesuai waktu yang tersedia, guna menjaga kenyamanan dan kerahasiaan proses konseling.

Salah satu tenaga profesional yang memberikan layanan adalah psikolog klinis, Sintya Dyah Kusumastuti.
 
Ia menjelaskan bahwa isu yang dihadapi warga sangat beragam, mulai dari kecemasan, tekanan hidup, masalah keluarga, hubungan sosial, hingga tantangan karir.
 
Baca Juga: Warga Pemalang Kini Tak Perlu Khawatir Telat Perpanjang SIM dan STNK Berkat Sirandu
 
Setiap individu datang membawa pengalaman dan persoalan unik sehingga pendekatan konseling dilakukan secara personal.
 
“Tujuan konseling bukan hanya mengeluarkan seseorang dari masalahnya, tetapi membekali mereka kemampuan mengatasi tantangan hidup dengan lebih sehat dan adaptif,” ujarnya.

Jika diperlukan, tindak lanjut dilakukan melalui sesi tambahan, pemantauan kondisi, atau rujukan ke layanan lanjutan yang lebih spesifik.
 
Baca Juga: Mengobati Rindu Pelaku Seni melalui Pekalongan Art Festival

Hingga pelaksanaan program, tercatat 40 peserta telah terdaftar, mulai dari remaja hingga dewasa.
 
Respon masyarakat disebut sangat positif, terutama karena akhirnya tersedia tempat konsultasi yang aman, profesional, dan terarah.
 
“Mereka merasa terbantu karena kini ada ruang untuk bercerita tanpa dihakimi. Banyak yang mengaku lega dan lebih siap menghadapi tantangan setelah mendapatkan sesi pendampingan,” tambah Sintya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
Layanan Konseling disabilitas Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Dindik Kota Pekalongan