Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Dosen dan Mahasiswa UNISS Kendal Ini, Bawa Seni Tradisi Magelang Menembus Era Digital

Lutfi Hanafi • Rabu, 17 Desember 2025 | 06:55 WIB

BERFOTO BERSAMA - Tim PKM UNISS Kendal berfoto bersama dengan para seniman cilik, usai pelatihan di Padepokan Seni Tjipta Boedaja, Magelang.
BERFOTO BERSAMA - Tim PKM UNISS Kendal berfoto bersama dengan para seniman cilik, usai pelatihan di Padepokan Seni Tjipta Boedaja, Magelang.

METROPEKALONGAN.COM, Kendal - Di tengah derasnya arus digital, seni tradisi kerap terpinggirkan—dianggap kuno, kalah pamor, dan sulit menjangkau generasi muda. Namun di Magelang, sekelompok dosen dan mahasiswa justru memilih jalan sebaliknya: membawa seni tradisi masuk ke ruang digital, tanpa mencabut akar nilai-nilai leluhurnya.

Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), dengan dukungan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Universitas Selamat Sri (UNISS) Kendal, Padepokan Seni Tjipta Boedaja kini resmi memiliki website sebagai etalase budaya berbasis digital.

 

Program bertajuk “Kelas Kreatif Seni Tradisi Digital: Revitalisasi Seni Pertunjukan, Konten Kreatif, dan Website Padepokan Seni Tjipta Boedaja Magelang” ini digagas oleh tim dosen dan mahasiswa dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dan Program Kreativitas Mahasiswa. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 5–7 November 2025, di Padepokan Seni Tjipta Boedaja, Magelang.

Kolaborasi ini mempertemukan akademisi, pelaku seni, dan generasi muda dalam satu visi: menjadikan seni tradisi tetap hidup, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan relevan di era digital.

 

BELAJAR MOTRET - Penggiat seni di Padepokan Seni Tjipta Boedaja, Magelang, saat berlajar motret, dibimbing langsung dari tim PKM UNISS Kendal.
BELAJAR MOTRET - Penggiat seni di Padepokan Seni Tjipta Boedaja, Magelang, saat berlajar motret, dibimbing langsung dari tim PKM UNISS Kendal.

Program ini diketuai oleh Suparti dengan anggota Taufik Hidayat dan Yuni Handayani. Dengan semangat “Kreasi, Kolaborasi, dan Inovasi Seni Nusantara”, kegiatan ini diharapkan menjadi model revitalisasi seni tradisi berbasis teknologi yang dapat direplikasi oleh komunitas seni di berbagai daerah Indonesia.

 

Karena bagi mereka, pelestarian budaya tak berhenti di panggung pertunjukan—ia harus terus tumbuh, bernafas, dan menemukan audiens baru di ruang digital yang luas dan inklusif.

 Baca Juga: Jaring Aspirasi 2025, Perbaiki Pendidikan Pekalongan Berbasis Kebutuhan Lapangan

Suparti, dosen Fakultas Komputer dan Desain (FKD) Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) UNISS Kendal ini, menjelaskan bahwa penguatan literasi digital menjadi kunci keberlanjutan seni tradisi.

 

“Kami ingin para pelaku seni dan generasi muda tidak hanya melestarikan, tetapi juga mampu mengelola, mendokumentasikan, dan mempublikasikan karya mereka melalui media digital. Dengan begitu, seni tradisi bisa semakin dikenal dan dicintai generasi masa kini,” ujar Suparti saat ditemui di kampus UNISS Kendal, Selasa (16/12/2025).

 

Rangkaian kegiatan PKM ini dirancang komprehensif. Mulai dari kelas kreatif seni tradisi sebagai ruang regenerasi pelaku seni pertunjukan, pelatihan fotografi, editing, dan optimalisasi media sosial bagi tim dokumentasi muda, hingga pembuatan website berbasis WordPress serta pendampingan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk melindungi karya seni.

 Baca Juga: Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kota Pekalongan Penuhi Target RPJMD, Pola Makan Warga Semakin Berkualitas

Hasil nyata dari program ini adalah hadirnya website resmi Padepokan Seni Tjipta Boedaja (https://padepokantjiptaboedaja.id/) yang menjadi pusat dokumentasi, promosi, dan edukasi seni tradisi. Ke depan, pengelolaan website ini akan dilakukan secara mandiri oleh pengurus padepokan.

 

Ketua sekaligus pengelola Padepokan Seni Tjipta Boedaja, Sitras Anjilin, mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut. Menurutnya, dukungan dari dunia pendidikan dan generasi muda menjadi energi baru bagi keberlangsungan seni tradisi.

 Baca Juga: Jelang Nataru, Tak Hanya Gereja di Kota Pekalongan, Pemerintah juga Soroti Exit Tol dan Jalan Protokol Kota

“Seni tradisi butuh ruang agar tetap hidup. Melalui pelatihan ini, kami belajar mendokumentasikan pertunjukan, membuat konten kreatif, hingga mengelola website. Ini langkah besar untuk memperkenalkan budaya Magelang ke masyarakat luas,” tuturnya.

 

Selain website, tim PKM juga meninggalkan luaran strategis lain, yakni modul pembelajaran berbasis seni tradisi ber-ISBN sebagai bahan edukasi nonformal, serta penguatan kapasitas mitra dalam inovasi dan adaptasi seni tradisi di era digital.(han)

Editor : Ida Nor Layla
#dppm #magelang #seni #UNISS #Kemendikbudristek #Universitas Selamat Sri #UNISS Kendal #Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat #Program Inovasi Seni Nusantara #Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi #program studi #seni pertunjukan #digital #kelas #kreatif #Pengabdian kepada masyarakat #Desain Komunikasi Visual (DKV) #Fakultas Komputer dan Desain