Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Hardiknas, Seluruh Sekolah di Kota Pekalongan Gelar Upacara, Dindik Tampil Memukau dengan Busana Adat Nusantara

Lutfi Hanafi • Minggu, 3 Mei 2026 | 18:34 WIB
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan
MERIAH - Disela-sela perayaan Hardiknas tim Dindik Kota Pekalongan berfoto dan potong tumpeng, untuk refleksi, pada Sabtu (2/5/2026).
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan MERIAH - Disela-sela perayaan Hardiknas tim Dindik Kota Pekalongan berfoto dan potong tumpeng, untuk refleksi, pada Sabtu (2/5/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Pekalongan berlangsung khidmat, meriah, sekaligus penuh makna.

Seluruh satuan pendidikan di Kota Pekalongan, mulai jenjang SD hingga SMP, serentak menggelar upacara bendera pada Sabtu (2/5/2026).

Di saat yang sama, suasana berbeda terlihat di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan, di mana para pegawai tampil mengenakan busana adat Nusantara dalam lomba fashion show yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hardiknas tahun ini.

Sejak pagi, upacara bendera digelar di seluruh sekolah sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Ki Hadjar Dewantara sekaligus momentum memperkuat komitmen dalam membangun pendidikan yang lebih berkualitas.

Tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, Hardiknas tahun ini juga dimaknai sebagai ruang refleksi bersama bagi seluruh insan pendidikan.

Sementara itu, di halaman Kantor Dindik Kota Pekalongan, peringatan Hardiknas dipusatkan melalui upacara bendera yang diikuti seluruh karyawan Dinas Pendidikan, guru DPK (guru yang diperbantukan), serta perwakilan guru SD dan SMP dari masing-masing kecamatan. Upacara berlangsung khidmat dan lancar dengan balutan nuansa budaya Nusantara.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, didampingi Sekretaris Dindik, c, menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas 2026 sengaja tidak dikemas dalam kegiatan besar, namun lebih mengedepankan kegiatan sederhana yang tetap sarat makna.

“Di tahun 2026 ini, kita memang tidak menyelenggarakan kegiatan besar. Namun kita menggelar kegiatan yang kecil tetapi khidmat. Upacara tadi diikuti oleh seluruh karyawan Dinas Pendidikan, guru DPK, serta perwakilan guru SD dan SMP dari tiap kecamatan. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan sukses,” ujar Mabruri usai kegiatan.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan dunia pendidikan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, serta harapan agar dunia pendidikan di Kota Pekalongan terus berkembang dan semakin maju.

Suasana kemudian semakin semarak saat seluruh pegawai Dindik mengikuti lomba fashion show busana adat Nusantara. Berbagai pakaian tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia dikenakan para peserta, mulai dari busana khas Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Indonesia Timur.

Menurut Mabruri, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa di lingkungan pendidikan. Seluruh peserta dinilai berdasarkan kesesuaian busana adat yang dikenakan, ekspresi saat tampil, hingga kemampuan catwalk yang mencerminkan karakter busana.

“Kami mengenakan pakaian adat, sehingga seluruh karyawan wajib mengikuti fashion show. Penilaiannya meliputi busana, ekspresi, dan catwalk sesuai karakter pakaian yang dikenakan. Ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Nusantara,” jelasnya.

Mabruri menambahkan, tidak hanya di tingkat dinas, Dindik Kota Pekalongan juga mewajibkan seluruh satuan pendidikan untuk melaksanakan upacara bendera dalam rangka Hardiknas. Selain itu, sekolah-sekolah juga didorong menggelar berbagai kegiatan yang menampilkan kreativitas peserta didik, disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing sekolah.

“Penguatan partisipasi semesta menunjukkan bahwa pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama. Momentum Hardiknas ini juga menjadi sarana refleksi diri, melihat apa yang sudah kita lakukan, baik kekurangan maupun kelebihan, agar ke depan kita bisa lebih baik dalam membangun dunia pendidikan,” pungkasnya.(han)

Editor : Agus AP
#Busana Adat Nusantara #Siti Nurul Izzah #Mabruri #hardiknas